Header-fix-2

  1. Home
  2. »
  3. VAKSIN HPV (KANKER...
  4. »
  5. Infertil setelah vaksinasi...

Infertil setelah vaksinasi HPV, HOAX

Infertil setelah vaksinasi HPV, HOAX

Layaknya berbagai pengobatan atau medikasi lain, vaksin HPV (Human Papillomavirus) juga tidak sepi dari kontroversi yang ditelurkan oleh kalangan tertentu, dan satu topik yang sempat menjadi hangat adalah adanya info bahwa terdapat kemungkinan seseorang menjadi infertil setelah vaksinasi HPV. Benarkah demikian?

Artikel terkait : BEDA VAKSIN HPV CERVARIX DAN GARDASIL

Berita mengenai adanya temuan infertilitas atau tidak dapat hamil pada wanita pasca mendapat imunisasi HPV pertama kali muncul di perlehatan dunia medis pada awal tahun 2018, dimana terdapat beberapa kasus yang diterbitkan di media massa yang menyebutkan bahwa wanita yang telah mendapatkan vaksinasi HPV pada saat mereka remaja menjadi infertil. Mereka mensitasi sebuah penelitan dari dr. Little dan dr. Ward di tahun 2014 yang menemukan beberapa kasus infertilitas akibat suatu kondisi yang dinamakan Primary Ovarian Insufficiency (Insufisiensi Ovarium Primer) atau POI yang kemudian dikaitkan dengan vaksin HPV.2 Kondisi ini menyebabkan seorang wanita muda untuk mengalami kegagalan melepaskan sel telur yang dibutuhkan dalam proses kehamilan, ditandai dengan tidak munculnya menstruasi pada wanita tersebut, dengan kata lain juga mengalami kondisi menopause dini. Kedua dokter dari Australia tersebut menemukan tiga wanita remaja yang mengalami POI dan satu kesamaan dari ketiga remaja diatas adalah mereka sama-sama mendapatkan vaksinasi HPV. Dari fakta tersebutlah ditarik kesimpulan ada hubungan antara vaksin HPV dan infertilitas. Hal ini sempat menimbulkan pertanyaan dan kehebohan, di Amerika Serikat, terutama  bagi para peneliti dan praktisi kesehatan anak dan reproduksi. Para dokter ini pun segera bertindak cepat untuk menjawab kekhawatiran khalayak banyak.

Untuk menjawab kekhawatiran terhadap tersebut yang bahkan diperparah oleh media massa, tim peneliti dari berbagai negara bagian di Amerika Serikat pun bergerak cepat untuk memastikan kemungkinan munculnya efek samping “berbahaya” ini pada perempuan yang pernah diberikan vaksinasi HPV. Dr. Naleway dan timnya melakukan studi dari seluruh pasien wanita berusia 11-34 tahun yang dicurigai mengalami POI dan mencoba mencari kaitannya dengan riwayat vaksinasi HPV.3 Dari hampir 200.000 kasus kecurigaan POI yang mereka teliti, mereka mendapatkan bahwa hanya satu orang yang didapatkan memiliki riwayat vaksinasi HPV dalam kurun waktu relatif dekat dengan awal kemunculan gejala POI yang dapat menyebabkan infertilitas. Bila dilihat secara keseluruhan, tim dr. Naleway tidak menemukan adanya hubungan antara vaksinasi HPV dengan kemunculan infertilitas dan menyampaikan di akhir studinya bahwa masyarakat dihimbau untuk tidak khawatir secara berlebihan mengenai infertilitas akibat vaksinasi HPV ini.

Berkaca dari studi tersebut, Center for Disease Control and Prevention (CDC) sebagai badan kesehatan utama di Amerika Serikat juga melakukan studi tersendiri untuk mengonfirmasi penemuan dr. Naleway, dan dari studi oleh tim CDC yang juga diterbitkan tahun 2018, tidak didapatkan adanya kasus POI yang dapat dikaitkan dengan vaksinasi HPV setelah dilakukan analisis pada sistem laporan kemunculan efek samping pasca vaksinasi yang dimiliki oleh CDC (VAERS atau Vaccine Adverse Event Reporting System).4 Serupa dengan temuan dr. Naleway sebelumnya, tim CDC menemukan hanya 2 kasus POI yang terjadi pasca vaksinasi HPV, dan keduanya tidak memiliki bukti cukup untuk disebut sebagai penyebab kemunculan infertilitas. Dengan berbekal berbagai studi yang sudah dilakukan ini, CDC dengan tegas menyebutkan tidak ada kaitan antara vaksinasi HPV dan infertilitas atau yang dikenal juga sebagai kemandulan pada awam.

Menjawab berbagai macam isu kesehatan memang bukanlah hal mudah. Mari bijak dan cerdas dalam menyerap berbagai informasi terbaru dengan terus belajar. Vaksinasi HPV yang menyebabkan infertilitas hanyalah hoax belaka! So, Jangan lupa jadwal vaksin HPV-nya, wanita cantik Indonesia!

Daftar Pustaka

  1. Deccan Chronicle. HPV vaccination during pregnancy causes no harm to child. Diakses dari https://www.deccanchronicle.com/lifestyle/health-and-wellbeing/300317/hpv-vaccination-during-pregnancy-causes-no-harm-to-child.html. Tanggal 21 Maret 2019.
  2. Little DT, Ward HR. Adolescent Premature Ovarian Insufficiency Following Human Papillomavirus Vaccination: A Case Series Seen in General Practice. J Investig Med High Impact Case Rep. 2014;2(4):2324709614556129
  3. Naleway A, et al. Primary Ovarian Insufficiency and Adolescent Vaccination. 2018 Sep;142(3). pii: e20180943.
  4. Arana JE, et al. Post-licensure safety monitoring of quadrivalent human papillomavirus vaccine in the Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS), 2009-2015. Vaccine. 2018 Mar 20;36(13):1781-1788.

Artikel terkait: DAFTAR HARGA VAKSIN / BIAYA IMUNISASI KLINIK VAKSINASI RAISHA