Vaksinasi pranikah

Vaksinasi pranikah

Vaksinasi atau imunisasi oleh masyarakat awam kerap diasosiasikan dengan anak-anak, akan tetapi tidak sedikit kondisi yang mewajibkan orang dewasa untuk mendapatkan vaksinasi, contohnya saja vaksinasi pranikah. Vaksinasi pranikah sebetulnya bukan ‘barang’ baru di Indonesia. Anjuran untuk melakukan imunisasi sebelum menikah bagi dewasa sudah ada sejak beberapa tahun silam. Mengapa vaksinasi pranikah ini menjadi hal penting bagi para calon pengantin, dan apa saja jenis imunisasi yang diperlukan oleh para mempelai, terutama para calon istri?

Artikel terkait : BEDA VAKSIN HPV CERVARIX DAN GARDASIL

Pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan mengubah kehidupan para pihak yang terlibat. Berbagai hal perlu diperhatikan oleh calon keluarga baru untuk memastikan kesehatan keluarganya, termasuk bayi yang akan dikandung dan dilahirkan sang istri. Oleh karena itulah, vaksinasi pranikah menjadi penting untuk diperhatikan dan dilaksanakan. Lebih spesifik lagi, vaksin yang akan diberikan adalah vaksin yang dibutuhkan untuk melindungi sang calon ibu dan bayi dari infeksi bakteri atau virus yang dapat berdampak bahaya terhadap kesehatan keduanya. Virus atau bakteri yang dimaksud disini adalah yang dapat ditransmisikan secara seksual, atau yang dapat ditransmisikan dari ibu ke bayi. Vaksin apa saja yang paling penting didapatkan oleh sang calon ibu?

  1. Vaksin HPV (Human Papillomavirus)
    Vaksinasi untuk virus ini penting dilakukan karena infeksi berkepanjangan dari virus HPV dapat menyebabkan penyakit berbahaya seperti kanker leher rahim/serviks atau kanker kelamin. Oleh karena virus ini menyebar lewat hubungan seksual, maka vaksin ini penting sekali diberikan para calon istri. Bahkan, calon suami pun sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi yang sama. Sepertiyang diketahui bersama bahwa tidak hanya wanita yang beresiko terinfeksi virus ini dan terkena dampak bahayanya, melainkan para pria juga demikian. Oleh karena itu, kedua mempelai sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi ini.

  1. Vaksin Hepatitis B
    Layaknya virus HPV, virus hepatitis B juga dapat menyebar lewat hubungan seksual, sehingga kedua mempelai harus memastikan diri terlindungi dari infeksi virus ini.3 Virus hepatitis B atau yang dikenal secara ilmiah dengan singkatan HBV ini bila terus bersarang dalam tubuh kita bukan hanya akan membuat hati atau liver kita meradang, tetapi dalam jangka waktu yang lama, dan bila dibiarkan begitu saja lambat laun bisa menjadi penyakit yang lebih parah seperti kanker liver.

  1. Vaksin MMR (Measles Mumps Rubella)
    Nah, ketiga vaksin dibawah ini dianjurkan kepada sang calon ibu karena bila sang ibu terinfeksi saat hamil, ada kemungkinan sang anak yang dikandung akan terinfeksi virus atau bakteri serupa. Infeksi salah satu dari ketiga virus ini, terutama infeksi rubella pada saat trimester pertama, telah diketahui sebagai salah satu penyebab utama berbagai kelainan anak saat lahir (kelainan bawaan), termasuk tuli, katarak pada bayi, dan kelainan bilik jantung atau yang umum dikenal sebagai jantung bocor.

  1. Vaksin Varicella Zoster
    Bila infeksi rubella tadi menyebabkan ketulian dan kebutaan, maka infeksi varicella zoster, atau yang dikenal juga sebagai cacar air, saat trimester pertama kehamilan sang ibu dapat menyebabkan gangguan perkembangan neurologis anak (sekitar 50-60% dari seluruh kasus) selain dapat menyebabkan gangguan penglihatan juga. Oleh karena itu vaksin ini sangatlah penting untuk didapatkan seorang ibu sebelum kehamilan.

  1. Vaksin Tetanus toksoid
    Yang terakhir dari daftar ini, vaksin yang melindungi diri kita dari bakteri Clostridium tetani ini penting diberikan tidak hanya untuk melindungi sang bayi yang pada awal kehidupannya sangatlah rentan terhadap infeksi bakteri tetanus ini, akan tetapi juga untuk mempersiapkan sang ibu dari kemungkinan infeksi tetanus saat prosedur persalinan nanti. Oleh karena itu, vaksinasi ini bagi para calon ibu sampai direkomendasikan oleh WHO (World Health Organization).

Tentunya mengobati penyakit bukanlah hal mudah dan tentunya menguras tenaga, pikiran serta menggerus keuangan. Sedangkan, penyakit-penyakit yang disebutkan diatas adalah penyakit yang bisa dicegah dengan vaksinasi. Maka, menginvestasikan kesehatan pada calon ayah dan ibu adalah menginvestasikan kesehatan keluarga dan masa depan. Jangan lupa vaksin ya sebelum menikah!

 

Daftar Pustaka

  1. Temple M. Ten secrets to a successful marriage. Diunduh dari https://www.focusonthefamily.com/marriage/daily-living/keeping-romance-alive/ten-secrets-to-a-successful-marriage. Tanggal 8 April 2019.
  2. Human papillomavirus(HPV). Diakses dari https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv.htm. Tanggal 7 April 2019.
  3. Inoue T, Tanaka Y. Hepatitis B virus and its sexually transmitted infection – an update. Microb Cell. 2016;3(9):420–437. Published 2016 Sep 5. doi:10.15698/mic2016.09.527
  4. Rubella (German measles, three-day measles). Diakses dari https://www.cdc.gov/rubella/pregnancy.html. Tanggal 7 April 2019.
  5. Lamont RF, Sobel JD, Carrington D, et al. Varicella-zoster virus (chickenpox) infection in pregnancy. BJOG. 2011;118(10):1155–1162. doi:10.1111/j.1471-0528.2011.02983.x
  6. WHO recommendation on tetanus toxoid vaccination for pregnant women. Diakses dari https://extranet.who.int/rhl/topics/preconception-pregnancy-childbirth-and-postpartum-care/antenatal-care/who-recommendation-tetanus-toxoid-vaccination-pregnant-women. Tanggal 7 April 2019.

Artikel terkait: DAFTAR HARGA VAKSIN / BIAYA IMUNISASI KLINIK VAKSINASI RAISHA