Header-fix-2

  1. Home
  2. »
  3. VAKSIN DPT (DIFTERI...
  4. »
  5. Menyibak Vaksin DPT...

Suasana Vaksin di Yogyakarta

Suasana Vaksin di Yogyakarta

Jika kita membahas tentang imunisasi atau vaksin DPT di Yogyakarta, tentu berbicara pula mengenai cakupannya di wilayah ini. Sudah bukan rahasia umum bahwa Vaksin DPT yang melindungi kita dari penyakit menular Difteri, Pertusis dan Tetanus ini merupakan salah satu bagian dari imunisasi wajib bagi anak dari Pemerintah di Indonesia, termasuk juga Yogyakarta.

Artikel terkait : BEDA VAKSIN PENTABIO INFANRIX PEDIACEL

Cakupan vaksin DPT artinya jumlah persentase bayi yang sudah mendapatkan vaksin ini, baik yang sesuai dengan waktunya maupun yang terlambat (catch-up). Berdasarkan data Riskesdas dari Kementrian Kesehatan tahun 2018, secara keseluruhan, cakupan anak usia 12-23 bulan yang sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap termasuk 3 kali dosis vaksin DPT adalah sebesar 57.9%.2 Untuk imunisasi atau vaksin DPT sendiri Kementrian Kesehatan belum mengeluarkan data yang aktual. Namun, data Riskesdas tahun 2017 melaporkan bahwa cakupan vaksinasi DPT pertama di Yogyakarta mencapai 94.3%.3 Sayangnya, angka cakupan vaksinasi DPT pada dosis ketiga di kota Pelajar ini menurun menjadi 91% dan persentasenya semakin turun lagi menjadi 82% untuk pencapaian imunisasi lanjutan pada anak di bawah usia 2 tahun.3 Masih berdasarkan data riskesdas tahun 2017, Yogyakarta merupakan satu dari 10 besar propinsi dengan pencapaian cakupan vaksinasi DPT tertinggi di Indonesia. Keberhasilan cakupan ini ternyata merupakan penurunan jika dibandingkan dengan data Riskesdas 2013 yang menempatkan Yogyakarta di urutan pertama cakupan vaksinasi DPT di Indonesia.3,4 Untungnya, bila kita perhatikan lebih seksama, cakupan vaksin DPT di Yogyakarta dapat terbilang stabil, dimana pada Riskesdas 2013 cakupannya mencapai 95.1%.4
Sedikit mengejutkan, level cakupan tinggi dari warga Yogyakarta ini tidak hanya berlangsung baru-baru ini. Satu penelitian di tahun 2004 oleh bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) mendapatkan bahwa pada tahun 2004 pun cakupan vaksinasi DPT di Yogyakarta hampir mencapai 100%.5 Hal ini memberikan gambaran konsistensi warga Yogyakarta dalam memenuhi imunisasi dasar.
Menariknya, ternyata vaksin DPT bukanlah salah satu vaksin yang umum diketahui oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Survei yang dilaksanakan oleh tim IKA FKUGM mendapatkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat, baik yang berpendidikan SMP, SMA, bahkan sarjana pun masih rendah untuk vaksinasi ini. Lebih dari 95% orangtua dengan latar belakang pendidikan SMP dan SMA yang tidak mengetahui vaksin DPT, sementara 71% dari orangtua berlatar belakang sarjana mengaku tidak tahu akan vaksin DPT.5 Meskipun hasil ini cukup mengejutkan mengingat tingginya cakupan vaksin DPT di Yogyakarta, hal ini bisa menjelaskan mengapa tingkat vaksinasi dosis ketiga dan lanjutan semakin menurun.
Meski demikian, ulasan singkat diatas tetap menunjukkan bahwa daerah Yogyakarta merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kepatuhan tinggi terhadap program vaksinasi DPT di Indonesia, bahkan dapat dibilang sebagai salah satu daerah terbaik. Hanya saja, tingkat pengetahuan kita semua mengenai vaksinasi DPT masih perlu ditingkatkan untuk menyempurnakan kekebalan tubuh anak dan mencegah kemunculan penyakitnya, apalagi wabah-wabah berikutnya. Mari membantu Indonesia dalam memenuhi target MDGs poin keempat yakni menurunkan kematian anak salah satunya dengan melakukan vaksinasi lengkap.

Daftar Pustaka
1. Tribun Jogja. Puskesmas kota Yogyakarta berikan layanan imunisasi MR ramah anak. Diunduh dari http://jogja.tribunnews.com/2017/09/24/puskesmas-kota- yogyakarta-berikan-layanan-imunisasi-mr-ramah-anak.
2. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta:Kementrian Kesehatan RI.
3. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2017. Jakarta:Kementrian Kesehatan RI.
4. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta:Kementrian Kesehatan RI.
5. Hanum S, Sadjimin T, Ismail D. Determinan cakupan imunisasi di propinsi D.I. Yogyakarta. B.I. Ked. 2005;37(3): 150-7.

Artikel terkait: DAFTAR HARGA VAKSIN / BIAYA IMUNISASI KLINIK VAKSINASI RAISHA