1. Home
  2. »
  3. Uncategorized, VAKSIN INFLUENZA
  4. »
  5. CARA MENGURANGI ABSENSI...

vaksin flu,vaksin influenza,vaksinasi flu,vaksinasi influenza

Vaksinasi Influenza Untuk Meningkatkan Produktivitas

Sering kali masih banyak kita jumpai karyawan dan anak sekolah yang harus izin cuti kerja dan sekolah karena sakit batuk, pilek, disertai demam atau sering juga disebut flu.

Jika dalam suatu lingkungan perusahaan, sebagai pimpinan maupun pemegang kebijakan di instansi tersebut tentunya hal ini sangat merugikan. Terlebih jika yang izin tidak masuk kerja adalah orang-orang penting dalam instansi tersebut, dan lebih parahnya jika waktu izinnya bertepatan dengan agenda-agenda penting. Akhirnya produktivitas dari perusahaan akan menurun karena banyak proyek-proyek yang tertunda pengerjaannya sehingga akan berimbas juga pada finansial perusahaan. Hal ini berlaku mulai dari perusahaan kecil hingga besar.

Jika dalam suatu lingkungan sekolah, adanya anak sekolah yang izin tentunya akan menurunkan prestasi belajar siswa tersebut. Karena kecenderungan anak sekolah akan kontak dekat dengan temannya, maka biasanya jika ada salah satu siswa yang sakit maka banyak dari temannya juga akan ikut tertular. Jika banyak anak dari sekolah tersebut yang harus izin karena sakit maka hal tersebut akhirnya akan berimbas pada prestasi sekolah tersebut. Tentunya sebagai pimpinan dan pemegang kebijakan di sekolah tersebut juga akan terbebani dengan kejadian tersebut.

Di literatur-literatur medis, penyakit batuk dan pilek yang disertai demam tersebut sering juga disebut dengan istilah ILI (Influenza Like Illness atau bisa diartikan penyakit yang menyerupai influenza). Kejadian ILI ini bisa diakibatkan oleh virus influenza maupun virus lainnya dan bisa saling terkait. Yang dimaksud saling terkait di sini adalah jika seseorang terinfeksi salah satu virus maka dapat menyebabkan kerentanan terhadap virus lainnya, dikarenakan salah satu virus menurunkan imunitas dan menyediakan tempat yang baik untuk virus lainnya terutama jika target yang diserang sama misalnya di bagian hidung dan tenggorokan.

Lalu bagaimana kita bisa mencegah banyaknya absensi kerja atau sekolah akibat kejadian ILI tersebut? Sudah banyak penelitian yang membahas tentang hubungan antara pemberian vaksin dengan kejadian ILI dan juga angka absensi kerja dan sekolah. Salah satu penelitian yang ditulis oleh Morales, et al. dan dipublikasikan pada tahun 2014 menyimpulkan bahwa pemberian vaksinasi pada sekitar 30% karyawan di lingkungan perusahaan tersebut mengurangi angka kejadian ILI, jumlah cuti kerja akibat sakit, dan jumlah hari cuti kerja dalam satu kali cuti akibat sakit. Penelitian besar ini melibatkan 2.598 partisipan dari sebuah bank di Kolumbia. Penelitian ini melihat dari segi penyakit dan ekonomis dari penyelenggaraan vaksinasi influenza tersebut. Secara ekonomis salah satunya adalah menghitung jam kerja yang hilang akibat cuti sakit di kali dengan gaji per jam dari karyawan tersebut, dan juga menghitung jumlah produksi yang hilang per jam di kali dengan jumlah jam kerja yang hilang dari karyawan.

vaksin influenza,vaksin flu,vaksinasi influenza     Dari grafik tersebut tampak jelas perbedaan pada kelompok yang diberikan vaksinasi influenza mengalami kejadian ILI lebih jarang, bahkan pada minggu ke 23- 32 kejadian ILI pada kelompok vaksinasi mendekati nol sedangkan pada kelompok yang tidak divaksin masih tinggi.

vaksin influenza,vaksin flu,vaksinasi influenza

Jika hanya menilik dari gaji karyawan yang hilang percuma karena cuti sakit dan biaya yang dikeluarkan untuk vaksinasi, maka pimpinan telah menyelamatkan US$6 hingga US$25 per karyawan untuk program vaksinasi tersebut.

 

vaksin influenza,vaksin flu,vaksinasi influenza

 

Jika menilik dari gaji karyawan yang hilang percuma karena cuti sakit ditambah dengan pendapatan operasional dan biaya yang dikeluarkan untuk vaksinasi, maka pimpinan telah menyelamatkan US$89 hingga US$237 per karyawan untuk program vaksinasi tersebut.

 

vaksin influenza,vaksin flu,vaksinasi influenza

Jika data-data tersebut dijadikan satu maka akan didapatkan grafik di atas, berdasarkan dengan tingkat produktivitas karyawan. Karyawan dengan tingkat produktivitas yang lebih rendah otomatis akan memberikan kerugian yang lebih besar untuk perusahaan.

Selain penelitian di atas, beberapa penelitian lain tentang pemberian vaksinasi influenza terhadap produktivitas dan absensi kerja juga sudah pernah dikemukakan oleh Nichol, et al. pada tahun 1995 dan Leighton, et al. pada tahun 1996, dan bahkan penelitian oleh Samad, et al. pada tahun 2006 di Malaysia yang kesemuanya memberikan kesimpulan yang sama dengan penelitian Morales, et al.

vaksin influenza,vaksin flu,vaksinasi influenza

Dari data penelitian Nichol, et al. di atas juga tampak bahwa vaksinasi telah menyelamatkan US$ 4.684 dari sebuah perusahaan per 100 karyawan yang divaksinasi, atau bisa dikatakan US$ 46 per karyawan selama 4 bulan setelah vaksinasi.

 

vaksin influenza,vaksin flu,vaksinasi influenza

Dari data penelitian Nichol, et al. yang dilakukan pada 849 subjek di Mineapolis di atas, tampak perbedaan signifikan dari seluruh kejadian infeksi saluran napas atas, angka cuti sakit akibat infeksi saluran napas atas, dan bahkan cuti sakit akibat penyakit lain antara kelompok kontrol dan kelompok yang divaksin.

Lalu bagaimana dengan populasi anak sekolah? Berdasarkan penelitian oleh Pannaraj, et al. tahun 2014 di California pada 4.555 anak sekolah dasar didapatkan hasil yang konsisten dengan penelitian lainnya. Bahkan penelitian ini menggunakan pemeriksaan biologi molekuler yang sangat mahal untuk memastikan jenis virus apa saja yang menginfeksi pada seluruh populasi tersebut.

vaksin influenza,vaksin flu,vaksinasi influenza

Dari data di atas dapat dilihat bahwa kelompok yang mendapatkan vaksinasi akan mengalami tingkat kejadian ILI yang lebih jarang. Bahkan grafik di atas menunjukkan kepada kita bahwa tingkat cakupan vaksinasi yang lebih besar memberikan hasil yang lebih baik, sehingga terjadi perbedaan angka kejadian ILI pada kelompok yang hanya 30% populasinya di vaksin dengan kelompok yang 50% populasinya di vaksin influenza. Hasil lain dari penelitian tersebut adalah vaksinasi influenza juga menurunkan secara signifikan angka absen akibat flu dan jumlah hari absen akibat flu.

Dari data-data penelitian medis di atas, sebagai pimpinan atau pemegang kebijakan di suatu instansi kita bisa menyimpulkan bahwa vaksinasi influenza sekali setahun akan menyelamatkan banyak hal berharga dari instansi kita, mulai dari produktivitas, jumlah produksi, pelayanan terhadap konsumen, beban gaji yang terbuang, hingga pada akhirnya terhadap brand perusahaan atau sekolah. Terlebih lagi jika cakupan vaksinasi yang diberikan bisa lebih banyak dalam suatu instansi (misal hingga minimal 80% dari seluruh karyawan atau siswa). Belum lagi jika mempertimbangkan vaksin lain yang kejadiannya banyak terjadi di lingkungan instansi seperti demam berdarah, tifus, cacar air, dan hepatitis.

Dari data-data di atas juga bisa dilihat, vaksinasi influenza tidak hanya mencegah kejadian flu, tetapi juga mengurangi keparahan dari flu itu sendiri, sehingga meskipun akhirnya terkena maka tidak akan terlalu berat. Berdasarkan pengalaman kami, selama ini seluruh pasien yang mendapatkan vaksinasi influenza terkadang masih mengalami batuk dan pilek ringan tetapi biasanya tanpa demam sehingga mereka masih bisa bekerja seperti biasa.

Lalu bagaimana dengan usaha kecil yang saat ini mulai banyak bermunculan. Justru usaha kecil ini akan mendapatkan manfaat lebih besar dari pada tempat usaha yang besar. Hal ini dikarenakan proporsi jumlah karyawan terhadap proses produksinya lebih besar. Sebagai ilustrasi sederhananya adalah pada perusahaan dengan 10 karyawan ketika ada 1 orang yang cuti sakit maka perusahaan hanya akan kehilangan 10% dari proses produksi, sedangkan perusahaan dengan 4 karyawan ketika ada 1 orang yang cuti maka mereka akan langsung kehilangan 25% dari proses produksinya.

 

REFERENSI

  • Morales A, et al. Costs and benefits of influenza vaccination and work productivity in a Colombian company from the employer’s perspective. Value Health 7 2004, 433–441.
  • Nichol KL, Lind A, Margolis KL, et al. The effectiveness of vaccination against influenza in healthy, working adults. N Engl J Med. 1995 Oct 5;333:889-93.
  • Leighton L, Williams M, Aubery D, et al. Sickness absence following a campaign of vaccination against influenza in the workplace. Occup Med 1996;46:146- 50.
  • Samad AH, Usul MH, Zakaria D, Ismail R, Tasset-Tisseau A, BaronPapillon F et al. Workplace vaccination against influenza in Malaysia. Does the Employer benefit? J Occup Health 2006; 48(1): 1-10.
  • Pannaraj PS, et al. School-located influenza vaccination decreases laboratory-confirmed influenza and improves school attendance. Clin Infect Dis 2014 Aug 1; 59:325.

Artikel terkait: DAFTAR HARGA VAKSIN / BIAYA IMUNISASI KLINIK VAKSINASI RAISHA