Header-fix-2

  1. Home
  2. »
  3. VAKSIN HEPATITIS
  4. »
  5. INFEKSI HEPATITIS B...

Penularan Infeksi Hepatitis B

Penularan Infeksi Hepatitis B

   Meskipun HBV tersebar luas di seluruh dunia, tetapi pola prevalensinya sangat bervariasi. Endemisitas tinggi dari infeksi hepatitis B (didefinisikan sebagai ≥8% populasi dengan HbsAg positif) ditemukan di area sub-Sahara Afrika, Asia tenggara, negara-negara Mediteranian timur, kepulauan Pasfik bagian selatan dan barat, bagian dalam Amazon Basin dan di beberapa bagian Karibia; di area-area ini mencapai 20% populasi mungkin telah terinfeksi kronis. Endemisitas sedang (2% sd 7% populasi HbsAg positif) terletak di Asia barat daya, Eropa timur dan selatan, Rusia, dan kebanyakan Amerika selatan dan tengah. Sedangkan endemisitas rendah (<2% populasi HbsAg positif) terletak di Selandia Baru, Eropa barat dan Amerika selatan.

   Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO membagi  daerah endemik berdasarkan prevalensi orang dengan antigen HBsAg yang positif sewaktu pemeriksaan darah dan jumlah presentase orang yang terinfeksi hepatitis B :

 Daerah Endemik Tinggi

HBsAg  ≥ 8%

Orang terinfeksi HBV 50 – 90 %

Daerah Endemik Sedang

HBsAg  2 – 7%

Orang terinfeksi HBV 30 – 50%

Daerah Endemik Rendah

HBsAg < 2%

Orang terinfeksi HBV < 30%

   Manusia adalah satu-satunya reservoir HBV. Virus sangat menular dan ditransmisikan oleh paparan secara perkutan atau permukosal dari darah, dan cairan tubuh lainnya, termasuk air ludah, cairan semen, dan cairan vagina. Konsentrasi tertinggi dari virus dapat ditemukan dalam darah dah eksudat serous (mencapai 109 virion/ml). Empat model transmisi dari HBV yaitu: (1)Dari ibu ke anak (perinatal), (2)Dari orang ke orang (horizontal), (3)Melalui suntikan dan transfusi yang tidak aman (parenteral), (4)Melalui hubungan seksual (seksual).

Artikel terkait : VAKSIN HEPATITIS B : DEWASA DAN ANAK BAYI

   Pada area dengan endemisitas tinggi, transmisi HBV kebanyakan terjadi pada awal kehidupan, baik dari ibu ke anak saat persalinan, atau dari orang ke orang saat awal masa kanak. Namun infeksi selanjutnya dalam kehidupan dan khususnya melalui transmisi seksual atau melalui jarum yang terkontaminasi biasanya lebih sering terjadi pada daerah dengan endemisitas rendah. Transmisi perinatal menyebabkan sekitar 15% kematian yang terkait infeksi HBV, meskipun di daerah dengan endemisitas rendah. Rute transmisi HBV parenteral dan perkutan lainnya seperti tertusuk jarum dan cipratan cairan mukus, atau melalui vial vaksin multidose yang terkontaminasi pada seting pelayanan kesehatan, begitu juga dengan pembuatan tato, tindik, penggunaan bersama sikat gigi dan pisau cukur juga berperan penting dalam penyebaran virus. Di seluruh dunia, praktik injeksi yang tidak aman terhitung telah menyebabkan 21 juta infeksi HBV tiap tahunnya.

   Diperkirakan di seluruh dunia sekitar dua miliar orang telah terinfeksi dengan HBV, dan sekitar 360 juta sebagai carier kronis (6% populasi dunia). Dengan pendekatan model matematika, 620.000 kematian terkait HBV terjadi secara global pada tahun 2000; 580.000 (94%) dari infeksi HBV kronis dan 40%(6%) dari infeksi akut.

   Bagaimana dengan Indonesia? Berdasarkan data dari Riskesdas 2013, 1 dari 100 orang Indonesia terinfeksi hepatitis, dan 28% nya diakibatkan oleh infeksi hepatitis B. Berarti sekitar 1 di antara 400 orang Indonesia terinfeksi hepatitis B. Begitu banyaknya hingga setiap pasien yang akan dilakukan suatu tindakan seperti operasi, persalinan, bahkan sekedar rawat inap perlu dilakukan pemeriksaan HBsAg untuk memastikan mereka tidak terinfeksi hepatitis sehingga tidak menularkan ke karyawan rumah sakit. Sekali yang dicek adalah hepatitis bukan HIV AIDS yang sering kita takutkan selama ini, karena angka kejadian dan penularannya lebih tinggi, dan tingkat mortalitasnya pun juga bisa dibilang lebih tinggi dan terjadi lebih cepat.

Artikel terkait: Virus Hepatitis B

Cara Penularan virus hepatitis B

   Terdapat 5 jenis serotipe virus hepatitis yang sudah kita ketahui saat ini. Dan kita juga sudah mngetahui cara penularan sesuai dengan jenis serotipenya, yaitu :

Serotipe Virus              

Cara penularan      

  Bisa dicegah Vaksinasi

Type A

cara oro-fecal  

Ya

Type B

Darah dan cairan tubuh     

Ya

Type C

Darah dan cairan tubuh     

Tidak

Type D

Darah dan cairan tubuh (Ko-infeksi type B)

Ya

Type E

cara oro – fecal  

 Tidak

   Catatan : infeksi cara oro – fecal, adalah cara infeksi melalui makanan atau minuman atau benda yang tercemar dengan kotoran manusia yang mengandung virus hepatitis B, kemudian dimakan atau diminum oleh orang lain.

   Hepatitis B virus bisa ditularkan dengan cara melalui kulit yang tidak utuh, atau rusak, misalnya karena tusukan jarum, kulit yang lecet, atau luka, melalui kontak mukosa atau selaput lendir dengan darah atau kontak dengan cairan tubuh penderita hepatitis B, termasuk :

  • hubungan kelamin dengan pasangan yang terinfeksi atau sakit hepatitis B.
  • memakai jarum suntik bersamaan pada pecandu obat bius dan narkotik.
  • bayi yang dilahirkan oleh ibu yang terinfeksi atau sakit hepatitis B.
  • kontak dengan darah atau luka dari  penderita hepatitis B.
  • tertusuk jarum atau benda tajam lain yang terkontaminasi.
  • memakai benda seperti alat cukur, sikat gigi bersama dengan penderita hepatitis B.

Virus hepatitis B tidak bisa menular melalui makanan dan air, memakai alat makan bersama, ibu yang menyususi bayinya, berpelukan, berpegangan atau jabatan tangan, sewaktu batuk atau bersin.

Berapa besar kemungkinan kita tertular dengan virus hepatitis B bila kita bandingkan dengan virus HIV AIDs yang sangat kita takuti itu ?

Jumlah minimum darah yang diperlukan untuk menularkan:

Hepatitis B

HIV AIDs

0,1 ml

0, 00004 ml

Kemungkinan tidak tertularan melalaui jarum suntik yang  terkontaminasi penderita :

Hepatitis B

HIV AIDs

0.5 %

7 – 30 %

   Jadi kesimpulan adalah bahwa biarpun kedua penyakit ini mempunyai cara penularan yang sama, yaitu melalui darah dan cairan tubuh yang tercemar, namun hepatitis B virus adalah 100 kali lebih menular daripada virus HIV AIDs yang sangat kita takuti itu. Jangan pernah berpikir jika HIV AIDS itu lebih mematikan, justru hepatitis B ini lebih mematikan dan kematiannya terjadi lebih cepat jika terjadi hepatitis B fulminan. Jika sudah terjadi sirosis dengan gejala muntah dan BAB darah, kematian biasanya hanya dalam beberapa jam ke depan.

   Virus hepatitis B bisa bertahan hidup diluar tubuh manusia paling sedikit 7 hari, dan masih mempunyai kemampuan untuk menginfeksi tubuh manusia selama masa tersebut. Bisa dibayangkan betapa mudahnya virus ini menyebar ke orang lain lewat benda-benda yang sebelumnya bekas terpakai oleh penderita, bahkan hanya dengan sebuah sikat gigi atau pisau cukur.