Header-fix-2

  1. Home
  2. »
  3. VAKSIN HEPATITIS
  4. »
  5. PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI...

 PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI VAKSIN HEPATITIS A

YANG PERLU ANDA KETAHUI

Hepatitis A

Hepatitis A

  1. Apa itu hepatitis A?

   Hepatitis A adalah penyakit liver (hati) serius yang disebabkan oleh virus hepatitis A/Hepatitis A Virus (HAV). HAV ditemukan pada kotoran penderita hepatitis A.

   Ini biasanya menyebar melalui kontak dekat dan kadang melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi HAV. Seseorang yang memiliki hepatitis A dapat dengan mudah menyebarkan penyakit kepada orang lain yang berada dalam satu rumah.

   Hepatitis A dapat menyebabkan:

  • Penyakit seperti flu
  • Jaundice (kuning pada kulit dan mata, urin berwarna gelap)
  • Nyeri perut berat dan diare (pada anak-anak)

   Orang-orang dengan hepatitis (radang hati) sering harus di rawat inap di rumah sakit (sekitar 1 orang di antara 5).

   Dewasa dengan hepatitis A biasanya merasakan terlalu sakit untuk bekerja hingga mencapai sebulan.

   Kadang, banyak orang meninggal sebagai akibat dari hepatitis A (sekitar 3 sampai dengan 6 kematian per 1.000 kasus).

   Vaksin hepatitis A dapat mencegah hepatitis A.

 

  1. Siapa yang Sebaiknya Mendapat Vaksin Hepatitis A dan Kapan?

SIAPA

   Beberapa orang yang sebaiknya secara rutin divaksinasi hepatitis A:

  • Semua anak dengan usia antara ulang tahun pertama dan kedua (12 sampai dengan 23 bulan).
  • Seseorang yang berusia ≥1 tahun dan bepergian atau bekerja di negara dengan prevalensi hepatitis A tingkat menengah hingga tinggi, seperti lokasi di Amerika Tengah dan Selatan, Mexico, Asia (kecuali Jepang), Afrika, dan Eropa Timur. Untuk informasi lebih lanjut kunjungi cdc.gov/travel .
  • Anak-anak dan remaja usia 2 hingga 18 tahun yang tinggal di daerah atau komunitas dimana vaksinasi rutin telah dilaksanakan karena tingginya insiden kasus.
  • Laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki
  • Orang-orang dengan penyalahgunaan obat.
  • Orang-orang dengan penyakit hati kronis.
  • Orang-orang yang dalam pengobatan dengan konsentrat faktor pembekuan.
  • Orang-orang yang bekerja dengan hewan primata yang terinfeksi HAV atau yang bekerja dengan HAV di laboratorium penelitian.
  • Anggota keluarga yang berencana mengadopsi anak, atau mengasuh anak adopsi yang baru saja masuk dari suatu negara yang dimana hepatitis A sering terjadi.

   Beberapa orang mungkin mendapatkan vaksin hepatitis A pada situasi berikut ini (tanyakan pada dokter anda untuk informasi lebih lanjut):

  • Anak-anak atau remaja yang belum divaksin dalam komunitas dimana wabah hepatitis A sedang terjadi.
  • Orang-orang yang belum divaksin yang telah terpapar oleh virus hepatitis A.
  • Seseorang yang berusia 1 tahun atau lebih yang menginginkan perlindungan dari hepatitis A.

   Vaksin hepatitis A tidak dilisensikan untuk anak berusia dibawah 1 tahun.

 

KAPAN

   Untuk anak-anak, dosis pertama sebaiknya diberikan pada saat berusia 12 sampai dengan 23 bulan. Anak-anak yang belum divaksin sampai usia 2 tahun dapat divaksinasi pada kunjungan berikutnya.

   Untuk orang-orang yang beresiko, rangkaian jadwal vaksinasi hepatitis A dapat dimulai ketika seseorang berharap untuk mendapat perlindungan atau beresiko terkena infeksi.

   Untuk pelancong, paling baik dimulai rangkaian jadwal vaksinasi paling tidak satu bulan sebelum bepergian. (Beberapa mungkin masih mengahasilkan perlindungan jika vaksin diberikan pada saat atau berdekatan dengan tanggal keberangakatan).

   Beberapa orang yang tidak bisa mendapatkan vaksin sebelum bepergian, atau untuk seseorang yang mana vaksin mungkin tidak efektif, dapat diberikan suntikan yang disebut imunoglobulin (IG). IG memberikan perlindungan cepat tetapi sementara.

   Dua dosis vaksin dibutuhkan untuk perlindungan jangka panjang. Kedua dosis ini diberi jarak minimal 6 bulan.

   Vaksin hepatitis A kemungkinan dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lainnya.

 

  1. Beberapa Orang yang Sebaiknya Tidak Mendapat Vaksin Hepatitis A atau Sebaiknya Menunggu
  • Seseorang yang memiliki riwayat reaksi alergi yang mengancam jiwa dengan vaksin hepatitis A sebelumnya sebaiknya tidak diberikan vaksinasi hepatitis A.
  • Seseorang yang memiliki riwayat reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap salah satu komponen vaksin hepatitis A sebaiknya tidak diberikan vaksinasi hepatitis A.
  • Ceritakan pada dokter anda jika anda memiliki suatu alergi berat, termasuk alergi berat terhadap latex (bahan karet). Semua vaksin hepatits A mengandung tawas, dan beberapa vaksin hepatitis A mengandung 2-phenoxyethanol.
  • Seseorang yang sakit sedang hingga berat waktu jadwal vaksinasi sebaiknya menunggu hingga membaik sebelum mendapatkan vaksin. Tanyakan kepada dokter anda. Orang-orang dengan sakit ringan biasanya tetap dapat menerima vaksinasi.
  • Ceritakan kepada dokter anda jika anda sedang hamil. Dikarenakan vaksin hepatitis A adana vaksin inaktif (mati), resiko terhadap wanita hamil dipercaya sangat kecil. Tetapi dokter dapat mempertimbangkan resiko secara teoritis dari vaksin dibanding kebutuhan akan perlindungan dari vaksin.

 

Artikel terkait : VAKSIN HEPATITIS B : DEWASA DAN ANAK BAYI

  1. Apa resiko vaksin hepatitis A?

Vaksin itu seperti halnya suatu obat, terdapat kemungkinan menyebabkan masalah serius,seperti reaksi alergi berat. Resiko vaksin hepatitis A menyebabkan bahaya serius atau kematian kejadiannya teramat sangat kecil sekali.

Mendapatkan vaksinasi hepatitis A jauh lebih aman dibanding mendapatkan penyakitnya.

Masalah ringan

  • Peradangan pada tempat bekas suntikan (sekitar 1 di antara 2 orang dewasa, dan mencapai 1 di antara 6 anak)
  • Pusing (sekitar 1 di antara 6 orang dewasa dan 1 di antara 25 anak)
  • Berkurangnya nafsu makan (sekitar 1 di antara 12 anak)
  • Kelelahan (sekitar 1 di antara 14 anak)

Jika ini terjadi, biasanya akan berakhir setelah 1 atau 2 hari.

Masalah serius

Reaksi alergi serius, dalam beberapa menit atau beberapa jam setelah suntikan (sangat jarang terjadi).

 

  1. Bagaimana Jika Terjadi Reaksi yang Parah?

 Apa yang harus saya amati?

  • Keadaan apapun yang tidak lazim, misalnya demam tinggi atau perubahan perilaku. Tanda-tanda reaksi alergi yang parah dapat berupa kesulitan bernafas, serak atau tersengal-sengal, hives (penyakit gatal dengan bintik-bintik merah), pucat, merasa lemah, detak jantung meningkat atau pening.

Apa yang harus saya lakukan?

  • Hubungi dokter atau langsung antarkan orang tersebut ke dokter.
  • Ceritakan kejadiannya pada dokter, termasuk tanggal dan jamnya, dan kapan vaksinasi tersebut diberikan.
  • Mintalah dokter Anda melaporkan reaksi alergi tersebut dengan mengisi formulir Vaccine Adverse Event Reporting System (VAERS). Atau Anda dapat memberikan laporan ini melalui situs web VAERS di www.vaers.hhs.gov, atau dengan menelepon 1-800-822-7967. VAERS hanya untuk pelaporan reaksi. Mereka tidak memberikan saran medis.

 

  1. Program Kompensasi Nasional untuk Cedera Akibat Vaksinasi

National Vaccine Injury Compensation Program (VICP) diciptakan pada tahun 1986. Bila Anda merasa yakin telah menderita akibat vaksinasi, Anda dapat mengajukan klaim ke VICP dengan menelepon 1-800-338-2382 atau mengunjungi situs web www.hrsa.gov/vaccinecompensation.

 

  1. Bagaimana Saya Bisa Mengetahui Lebih Jauh?
  • Bertanyalah pada dokter Anda.
  • Teleponlah departemen kesehatan setempat atau negara bagian Anda.
  • Hubungi Centers for Disease Control and Prevention (CDC): − Teleponlah 1-800-232-4636 (1-800-CDC-INFO) atau − Kunjungi situs web CDC di www.cdc.gov/vaccines