[breadcrumb]

resiko

vaksin hpv dan kehamilan      Selain masalah biaya dan menunggu habis menikah, alasan yang satu ini mungkin bisa jadi merupakan alasan ketiga tersering untuk vaksin kanker serviks yang saya temui selama ini. Biasanya mereka akan bilang “wah saya… Continue reading
 PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI VAKSIN ROTAVIRUS YANG PERLU ANDA KETAHUI Rotavirus 1.Mengapa Perlu Divaksinasi? Rotavirus adalah virus yang menyebabkan diare, kebanyakan pada bayi dan anak usia muda. Diare dapat menjadi berat, dan menyebakan dehidrasi. Muntah dan demam juga sering pada… Continue reading
 PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI VAKSIN MENINGOKOKUS YANG PERLU ANDA KETAHUI Meningokokus 1.Apa itu Penyakit Meningokokus?    Penyakit meningokokus adalah penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri. Ini adalah penyebab tersering meningitis yang disebabkan oleh bakteri pada anak usia 2 sampai… Continue reading
 PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI VAKSIN TIFOID YANG PERLU ANDA KETAHUI Tifoid 1.Apa itu Tifoid?    Tifoid (demam tifoid) merupakan salah satu penyakit yang serius. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebut Salmonella Typhi.    Tifoid menyebabkan demam tinggi,… Continue reading
 PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI VAKSIN INFLUENZA INAKTIF YANG PERLU ANDA KETAHUI influenza 1. Mengapa Perlu Divaksinasi?    Influenza (“flu”) adalah penyakit menular yang menyebar di seluruh Amerika Serikat di setiap musim dingin, biasanya antara bulan Oktober sampai… Continue reading
 PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI VAKSIN PNEUMOKOKUS POLISAKARID (PPSV) YANG PERLU ANDA KETAHUI Pneumonia 1. Penyakit Pneumokokus    Penyakit pneumokokus disebabkan oleh bakteri Stretococcus pneumoniae , yang merupakan penyebab utama penyakit dan kematian yang dapat dicegah oleh vaksin di Amerika… Continue reading
 PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI VAKSIN HEPATITIS A YANG PERLU ANDA KETAHUI Hepatitis A Apa itu hepatitis A?    Hepatitis A adalah penyakit liver (hati) serius yang disebabkan oleh virus hepatitis A/Hepatitis A Virus (HAV). HAV ditemukan pada kotoran penderita… Continue reading
 PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI VAKSIN DTaP / DPT YANG PERLU ANDA KETAHUI   1.Mengapa Perlu Divaksinasi?     Difteri, tetanus, dan pertusis adalah penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri. Difteri dan pertusis disebarkan dari orang ke orang. Tetanus memasuki tubuh melalui luka. Difteri menyebabkan timbulnya selaput tebal di belakang tenggorokan. Ø Hal ini akan menyebabkan masalah pernapasan, kelumpuhan, gagal jantung, hingga kematian. Tetanus menyebabkan pengencangan otot yang nyeri, biasanya mengenai seluruh tubuh. Ø Hal ini menyebabkan dagu terkunci sehingga pasien tidak dapat membuka mulutnya ataupun mengunyah. Tetanus menyebabkan kematian 2 dari 10 kasus. Pertusis (Batuk Rejan) menyebabkan batuk yang berat hingga anak tidak bisa makan, minum, ataupun bernapas. Batuk ini dapat berlangsung hingga beberapa minggu. Ø Hal ini dapat menyebabkan pneumonia (infeksi paru), kejang (menyentak dan tampak mencolok), kerusakan otak, dan kematian.    Vaksin difteri, tetanus, dan pertusis (DTaP) dapat membantu untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut. Kebanyakan anak-anak dengan DtaP akan terlindungi sepanjang masa kanak-kanaknya. Akan lebih banyak anak akan mendapatkan penyakit-penyakit ini jika kita menghentikan vaksinasi. DTaP adalah versi yang lebih aman dibanding versi terdahulunya yang disebut dengan DTP. DTP sudah lama tidak digunakan di Amerika Serikat.   2. Siapa yang Sebaiknya Mendapatkan Vaksin DTaP dan Kapan?    Anak-anak sebaiknya mendapat 5 dosis vaksin DTaP, masing-masing satu dosis pada saat usia berikut ini: Ø 2 bulan Ø4 bulan Ø 6 bulan Ø 15-18 bulan Ø 4-6 tahun DtaP dimungkinkan untuk diberikan bersamaan dengan vaksin lainnya.   3.Yang Sebaiknya Tidak Mendapat Vaksin DTaP atau Sebaiknya Menunggu § Anak-anak dengan sakit ringan, seperti demam, mungkin dapat divaksinasi. Tetapi anak-anak sakit sedang hingga berat biasanya harus menunggu sampai mereka pulih sebelum mendapatkan vaksin DTaP. § Anak yang memiliki riwayat reaksi alergi yang mengancam jiwa setelah menerima vaksin DTaP sebaiknya tidak diberikan vaksin DTaP berikutnya. § Anak yang mengalami kelainan sistem saraf atau otak dalam 7 hari setelah menerima vaksin DTaP sebaiknya tidak mendapatkan vaksin DTaP berikutnya. Ceritakan kepada dokter anda jika anak anda: o memiliki riwayat kejang setelah menerima vaksin DtaP o menjerit terus menerus tidak berhenti selama 3 jam atau lebih setelah menerima vaksin DtaP o demam >390C setelah menerima vaksin DTaP Tanyakan kepada dokter anda untuk informasi lebih lanjut. Beberapa anak-anak ini sebaiknya tidak menerima vaksin pertusis berikutnya, tetapi mungkin masih bisa untuk mendapatkan vaksin tanpa komponen pertusis, yang disebut DT.   4. Anak Dengan Usia… Continue reading