[breadcrumb]

dpt

DAFTAR HARGA VAKSIN / SERUM PRAKTIK VAKSINASI RAISHA TANGERANG
Harga terbaru hanya bisa dilihat di halaman DAFTAR HARGA VAKSIN Agar tidak kehabisan vaksin maka Anda bisa melakukan order atau pre order vaksin melalui halaman PRE / ORDER VAKSIN… Continue reading
DAFTAR BIAYA IMUNISASI PRAKTIK VAKSINASI RAISHA TANGERANG Harga terbaru hanya bisa dilihat di halaman DAFTAR HARGA VAKSIN
Agar tidak kehabisan vaksin maka Anda bisa melakukan order atau pre order vaksin melalui halaman PRE / ORDER VAKSIN
INGIN… Continue reading
Diskon Hingga 20% Diskon Besar-besaran Pediacel dan Prevenar 13 Kembali Klinik Vaksinasi Raisha Yogyakarta menghadirkan promo untuk pengambilan vaksin DPT Kombo dan PCV dengan merk dagang Pediacel dan Prevenar 13. Promo terbatas…. Ayo lindungi anak-anak kita dengan vaksinasi!!!! Harga Promo… Continue reading
DAFTAR HARGA VAKSIN / SERUM KLINIK VAKSINASI RAISHA Harga terbaru hanya bisa dilihat di halaman DAFTAR HARGA VAKSIN
Agar tidak kehabisan vaksin maka Anda bisa melakukan order atau pre order vaksin melalui halaman PRE / ORDER VAKSIN
INGIN LEBIH… Continue reading
Beda vaksin DPT pentabio,infanrix,pediacel    “Apa ya beda vaksin DPT Pentabio Infanrix Pediacel ?”. Untuk orang tua yang rutin mengantar buah hati mereka ke tempat imunisasi anak mereka pasti mengetahui salah satu merek vaksin di atas. Tulisan kali ini… Continue reading
   Setelah sebelumnya kami sempat menyajikan Pernyataan Informasi mengenai Vaksin (PIV) yang dikeluarkan oleh CDC, kali ini akan kami sajikan Informasi Vaksin untuk Orang Tua yang dikeluarkan oleh IDAI. Didalamnya terdapat penjelasan singkat seputar manfaat, kontraindikasi, dan efek samping… Continue reading
    PCV DTaP    Kenapa seseorang yang akan imunisasi dengan PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine, salah satu jenis vaksin pneumokokus) perlu ditanyakan dulu apakah ada riwayat alergi vaksin DPT atau tidak? Hal ini sangat penting karena jika ternyata… Continue reading
 KENAPA VAKSIN DPT BARU BISA DIBERIKAN SETELAH ANAK USIA 6 MINGGU? DTaP 6 minggu    Vaksin DPT baru bisa diberikan setelah usia 6 minggu, hal ini dikarenakan imunitas kurang berespon maksimal terhadap komponen pertusis. Dalam 6 minggu pertama… Continue reading
 PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI VAKSIN DTaP / DPT YANG PERLU ANDA KETAHUI   1.Mengapa Perlu Divaksinasi?     Difteri, tetanus, dan pertusis adalah penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri. Difteri dan pertusis disebarkan dari orang ke orang. Tetanus memasuki tubuh melalui luka. Difteri menyebabkan timbulnya selaput tebal di belakang tenggorokan. Ø Hal ini akan menyebabkan masalah pernapasan, kelumpuhan, gagal jantung, hingga kematian. Tetanus menyebabkan pengencangan otot yang nyeri, biasanya mengenai seluruh tubuh. Ø Hal ini menyebabkan dagu terkunci sehingga pasien tidak dapat membuka mulutnya ataupun mengunyah. Tetanus menyebabkan kematian 2 dari 10 kasus. Pertusis (Batuk Rejan) menyebabkan batuk yang berat hingga anak tidak bisa makan, minum, ataupun bernapas. Batuk ini dapat berlangsung hingga beberapa minggu. Ø Hal ini dapat menyebabkan pneumonia (infeksi paru), kejang (menyentak dan tampak mencolok), kerusakan otak, dan kematian.    Vaksin difteri, tetanus, dan pertusis (DTaP) dapat membantu untuk mencegah penyakit-penyakit tersebut. Kebanyakan anak-anak dengan DtaP akan terlindungi sepanjang masa kanak-kanaknya. Akan lebih banyak anak akan mendapatkan penyakit-penyakit ini jika kita menghentikan vaksinasi. DTaP adalah versi yang lebih aman dibanding versi terdahulunya yang disebut dengan DTP. DTP sudah lama tidak digunakan di Amerika Serikat.   2. Siapa yang Sebaiknya Mendapatkan Vaksin DTaP dan Kapan?    Anak-anak sebaiknya mendapat 5 dosis vaksin DTaP, masing-masing satu dosis pada saat usia berikut ini: Ø 2 bulan Ø4 bulan Ø 6 bulan Ø 15-18 bulan Ø 4-6 tahun DtaP dimungkinkan untuk diberikan bersamaan dengan vaksin lainnya.   3.Yang Sebaiknya Tidak Mendapat Vaksin DTaP atau Sebaiknya Menunggu § Anak-anak dengan sakit ringan, seperti demam, mungkin dapat divaksinasi. Tetapi anak-anak sakit sedang hingga berat biasanya harus menunggu sampai mereka pulih sebelum mendapatkan vaksin DTaP. § Anak yang memiliki riwayat reaksi alergi yang mengancam jiwa setelah menerima vaksin DTaP sebaiknya tidak diberikan vaksin DTaP berikutnya. § Anak yang mengalami kelainan sistem saraf atau otak dalam 7 hari setelah menerima vaksin DTaP sebaiknya tidak mendapatkan vaksin DTaP berikutnya. Ceritakan kepada dokter anda jika anak anda: o memiliki riwayat kejang setelah menerima vaksin DtaP o menjerit terus menerus tidak berhenti selama 3 jam atau lebih setelah menerima vaksin DtaP o demam >390C setelah menerima vaksin DTaP Tanyakan kepada dokter anda untuk informasi lebih lanjut. Beberapa anak-anak ini sebaiknya tidak menerima vaksin pertusis berikutnya, tetapi mungkin masih bisa untuk mendapatkan vaksin tanpa komponen pertusis, yang disebut DT.   4. Anak Dengan Usia… Continue reading