Header-fix-2

  1. Home
  2. »
  3. VAKSIN MMR (CAMPAK...
  4. »
  5. Perlunya Vaksin MMR...

Vaksin MMR pada Pelayar

Vaksin MMR pada Pelayar

            Pernahkah anda mendengar tentang vaksin MMR pada pelayar atau seseorang yang berprofesi sebagai pelayar? Ya! Pelayar memiliki risiko tinggi terinfeksi beberapa penyakit menular seperti campak atau rubella, sehingga perlu adanya langkah pencegahan agar para pelayar tidak terjangkit penyakit ini. Pelayar adalah salah satu profesi yang menuntut seseorang untuk melakukan perjalanan jauh dalam jangka panjang ke daerah yang bukan daerah tinggalnya, sehingga kemungkinan seorang pelayar untuk terekspos dengan bakteri atau virus yang asing bagi mereka. Infeksi penyakit campak (measles), gondongan/parotitis (mumps) dan rubella merupakan sebagian dari penyakit yang sering ditemukan pada seseorang yang sering bepergian jauh seperti pelayar.

Artikel terkait : BEDA VAKSIN PENTABIO INFANRIX PEDIACEL

            Hal pertama yang perlu kita ketahui adalah seberapa besar risiko seorang pelayar yang tergolong sebagai traveler atau pelancong akan terinfeksi virus MMR. Oleh karena variabilitas keberadaaan dan transmisi virus MMR di setiap negara dan daerah berbeda, estimasi risikonya pun bervariasi. Yang penting kita ketahui adalah banyak negara, terutama di daerah Afrika, Amerika Selatan dan Asia (termasuk juga Indonesia), termasuk kedalam negara yang memiliki risko tinggi akibat masih dapat ditemukannya ketiga kasus penyakit tersebut.2 Oleh karenanya, para pelayar perlu berhati-hati apabila mereka akan bepergian ke negara yang termasuk kepada daerah tersebut.  

            Bila memang berisiko tinggi, apa yang dapat dilakukan oleh pelayar yang ingin bepergian kesana? Yang dapat mereka lakukan adalah pertama memastikan terlebih dahulu riwayat pemberian vaksin MMR mereka. Berbagai negara termasuk Indonesia telah mewajibkan semua anak untuk mendapatkan vaksin MMR semasa kecilnya. Apabila mereka memiliki bukti bahwa imunitas terhadap MMR telah mereka miliki dalam tubuhnya, maka mereka tidak perlu mendapatkan dosis vaksin tambahan. Apa yang dapat membuktikan hal tersebut? Yang paling mudah tentunya adalah catatan imunisasi kita semasa kecil. Bila sulit ditemukan, maka yang perlu kita periksa adalah kadar Imunoglobulin G (IgG) terhadap MMR. IgG adalah satu bentuk antibodi yang menetap dalam tubuh kita setelah kita dikenalkan terhadap pathogen (penyebab penyakit) seperti virus MMR. Vaksin MMR yang mengandung partikel virus yang dilemahkan akan memancing tubuh kita untuk membentuk imunitas tubuh terhadap serangan virus MMR yang sesungguhnya, dan proteksi tubuh ini tercermin dari level IgG seseorang.3   

Bagaimana jika ternyata imunitas tubuh terhadap MMR tidak diketahui, atau bahkan tidak mencukupi? Maka yang perlu para pelayar atau pelancong lainnya lakukan adalah segera mendapatkan vaksinasi MMR tambahan sebelum berangkat ke daerah risiko tinggi yang dituju. Rekomendasi dari NHS (National Health Service) dari Inggris yang juga disampaikan oleh CDC (Center for Disease Control and Prevention) adalah pemberian dua kali dosis MMR tambahan dengan jarak 28 hari antar penyuntikan.4,5 Tim peneliti dari CDC telah membuktikan ini pada studinya di tahun 2014 yang menemukan bahwa dua dosis vaksin MMR memiliki efektivitas dalam membentuk imunitas tubuh terhadap ketiga penyakit tersebut sebesar 86.3%.6 terlihat jelas dari studi ini bahwa dua dosis vaksinasi MMR efektif dalam memberikan ketahanan tubuh bagi pelayar dan pelancong lain. Bahkan, di beberapa negara seperti Jerman dan Amerika Serikat, pemberian vaksin ini bersifat wajib bagi para pelayar atau pelaut bahkan tanpa pemeriksaan titer atau imunitas sebelumnya.

Dari sekilas pembahasan ini, cukup jelas bahwa vaksin MMR pada pelayar diperlukan, terutama bila mereka tidak yakin akan status imunitas dirinya Terlebih lagi jika mereka akan pergi ke daerah yang memiliki risiko tinggi akan penyakit MMR. Mari kita siapkan diri dengan vaksinasi!

 

Daftar Pustaka

  1. Defense Visual Information Distribution Service. USS George H.W Bush sailor administers flu shot. Diunduh dari https://www.dvidshub.net/image/463213/uss-george-hw-bush-sailor-administers-flu-shot. Tanggal 14 Januari 2019.
  2. Milne L. Do I need the MMR jab before travelling? Diunduh dari https://www.express.co.uk/life-style/health/953663/summer-holidays-2018-travelling-vaccination-MMR-vaccine-risks. Tanggal 12 Januari 2019.
  3. Center for Disease Control and Prevention. Measles, mumps, and rubella – vaccine usage and strategies for elimination of measles, mumps, and congenital rubella syndrome and control of mumps. MMWR. 1998;47(RR-8):1-57.
  4. National Health Service. Measles outbreak:what to do. Diunduh dari https://www.nhs.uk/conditions/vaccinations/measles-outbreak-advice/. Tanggal 13 Janurari 2019
  5. Center for Disease Control and Prevention. Measles for travelers. Diunduh dari https://www.cdc.gov/measles/travelers.html. Tangal 13 Januari 2019
  6. Livingston KA, et al. Mumps vaccine effectiveness and risk factors for disease in households during an outbreak in New York City. Vaccine.2014 Jan 9;32(3):369-74.

Artikel terkait: DAFTAR HARGA VAKSIN / BIAYA IMUNISASI KLINIK VAKSINASI RAISHA