Header-fix-2

  1. Home
  2. »
  3. VAKSIN ROTAVIRUS
  4. »
  5. Bolehkah Pemberian Vaksin...

Pemberian vaksin rotavirus pada bayi prematur

Pemberian vaksin rotavirus pada bayi prematur

          Terdapat berbagai kondisi khusus yang dapat membuat kita harus berpikir kritis dalam memberikan suatu pengobatan atau tindakan seperti halnya vaksinasi rotavirus kepada bayi kita, dan salah satu kondisi khusus tersebut adalah pemberian vaksin rotavirus pada bayi prematur atau preterm. Apakah ada perbedaan dari segi dosis, efektivitas dan efek samping? Bagaimanakah rekomendasi yang sudah berlaku di berbagai sudut dunia hingga saat ini? Semoga sedikit bahasan dibawah dapat menjawab rasa keingintahuan kita semua.

Artikel terkait : PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI VAKSIN ROTAVIRUS

Bayi prematur, yang didefinisikan sebagai bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu, menjadi satu perhatian khusus dalam hal vaksinasi rotavirus karena beberapa poin penting. Pertama, oleh karena mereka dilahirkan sebelum waktu pematangan organ dan sistem imun tubuh yang sempurna dapat diselesaikan, maka para bayi prematur akan memiliki kecenderungaan untuk lebih mudah terinfeksi rotavirus dibandingkan seorang bayi yang lahir aterm atau tepat pada waktunya.2 Terlebih lagi, akibat sistem imun yang belum sempurna pada bayi prematur ini, jika terinfeksi mereka lebih beresiko mengalami derajat penyakit yang lebih berat atau lebih parah dibanding pada bayi aterm. Sebagai contoh, satu data menyebutkan bahwa bayi preterm dengan berat badan lahir rendah atau sangat rendah memiliki risiko 2.6 kali lebih tinggi untuk mengalami infeksi rotavirus dibanding bayi aterm. Gejalanya dapat lebih sering mengalami feses berlendir, pembesaran/distensi perut dan distensi usus.3

Hal ini berkaitan juga dengan poin kedua kenapa vaksin rotavirus pada bayi prematur penting. Oleh karena bayi prematur cenderung lebih sering harus berada di rumah sakit dan dirawat selama masa awal kehidupannya untuk memastikan perkembangan organ dan sistem imun yang sempurna, hal ini acapkali menyebabkan sang bayi menjadi target mudah untuk terinfeksi berbagai kuman, termasuk rotavirus, di rumah sakit. Metode penyebaran rotavirus yang bersifat fekal-oral membuat virus ini pun mudah menyebar ke bayi lain.3 Kedua alasan ini lah yang mendasari bahwa sangat penting bagi seorang bayi prematur untuk mendapatkan vaksinasi rotavirus.

Efektivitas vaksin rotavirus pada bayi prematur telah diestimasikan oleh beberapa penelitian, antara lain dari studi yang dilakukan oleh grup. Dr. Roue dan timnya di Prancis. Mereka mengestimasikan penurunan angka hospitalisasi atau angka rawat inap akibat infeksi rotavirus pada bayi sebesar 2.6-11 kali pada bayi prematur yang divaksinasi dibandingkan yang tidak.4 Penelitian lain datang dari Spanyol, mereka mendapatkan bahwa dari 1009 bayi prematur di Eropa, vaksin rotavirus dapat secara sukses membentuk imunitas tubuh terhadap rotavirus pada 75-88% bayi.5 Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pada bayi prematur, vaksin rotavirus tetaplah efektif dalam tugasnya mencegah infeksi virus penyebab radang saluran pencernaan ini.

Bagaimana dengan keamanan dan efek samping yang ditimbulkannya? Studi serupa dari Spanyol menyebutkan bahwa tidak ada perbedaan bermakna akan kemunculan efek samping berbahaya pada bayi prematur dibandingkan pada grup yang tidak diberikan vaksin.5 Tidak pula berbeda menjadi lebih beresiko jika dibanding dengan bayi aterm yang mendapatkan vaksin.3

Pertanyaan terakhir sebelum menutup artikel ini tentunya adalah kapan kita dapat memberikan bayi prematur vaksinasi rotavirus. AAP (American Academy of Pediatrics) menyebutkan bahwa jadwal pemberian vaksinasi rotavirus pada bayi prematur tetap sama dengan jadwal vaksinasi pada umumnya (2, 4, dan 6 bulan atau 2 dan 4 bulan) selama kondisi klinis bayi tetap stabil.6

Dari bahasan diatas dapat kita simpulkan bahwa vaksinasi rotavirus pada bayi prematur bukan hanya aman dan efektif tapi juga sangat penting dan perlu dilakukan. Pastikan bayi anda mendapat proteksi sempurna dari infeksi virus ini!

 

Daftar Pustaka

  1. Health Direct. Premature baby. Diakses dari https://www.pregnancybirthbaby.org.au/premature-baby. Tanggal 1 April 2019.
  2. Matson DO. Rotavirus immunization of the preterm infant. Diakses dari https://www.medscape.org/viewarticle/732791. Tanggal 31 Maret 2019.
  3. Kilich E, Sadarangai M. Use of rotavirus vaccine in preterm babies on the neonatal unit. DOI: https://doi.org/10.1080/14760584.2016.1216318. Tanggal 31 Maret 2019.
  4. Roue JM, Nowak E, Gal GL, Lemaitre T, Oger E, Poulhaan E, et al. Impact of rotavirus vaccine on premature infants. DOI: https://dx.doi.org/10.1128%2FCVI.00265-14. Tanggal 1 April 2019.
  5. Omenaca F, Sarlangue J, Szenborn L, Nogueira M, Suryakiran PV, Smolenov IV, et al. Safety, ractogenicity immunogenicity of the human rotavirus vaccine in preterm european infants: a rhandomized phase IIIb study. Diakses dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22228231. Tanggal 1 April 2019.
  6. AAP updates guidelines on rotavirus vaccination. Diakses dari https://www.aafp.org/afp/2010/0215/p552.html. Tanggal 1 April 2019.

Artikel terkait: DAFTAR HARGA VAKSIN / BIAYA IMUNISASI KLINIK VAKSINASI RAISHA