[breadcrumb]
Tips jitu mencegah gumoh setelah vaksinasi rotavirus

Tips jitu mencegah gumoh setelah vaksinasi rotavirus

          Gumoh merupakan hal biasa yang dapat terjadi pada anak pasca pemberian imunisasi rotavirus, namun hal ini bisa jadi mengkhawatirkan terutama bagi orang tua baru, maka penting bagi orang tua tahu tips jitu mencegah gumoh setelah vaksinasi rotavirus. Tips dan trik ini dirancang agar mudah dilakukan oleh siapapun dan tentunya tepat sasaran, yaitu untuk mencegah kejadian gumoh atau bahkan muntah pada anak, terutama pada momen segera setelah pemberian vaksinasi lewat rute pemberian oral ini. Hal ini penting, untuk memastikan vaksin yang diterima anak tidak berkurang jumlahnya, atau mencegah agar vaksin tidak ‘terbuang’ karena langsung dikeluarkan lagi.

  1. Pastikan anak berada dalam kondisi senang saat pemberian vaksin.
    Poin ini terdengar simple dan remeh, akan tetapi hal ini adalah salah satu poin yang sangat direkomendasikan untuk diperhatikan sebelum pemberian vaksin untuk mencegah kejadian gumoh. Hal ini bahkan masuk ke dalam pedoman bagi praktisi kesehatan yang dibuat oleh badan kesehatan British Columbia Center for Disease Control (BCCDC) di Vancouver, Kanada.2 Anak yang berada dalam keadaan senang akan lebih mudah menerima asupan cairan dibanding saat mood anak tersebut cenderung kurang baik. Lebih spesifik lagi disebutkan bahwa akan lebih mudah bila kita meminta melakukan vaksinasi di waktu awal sesi pemeriksaan dan pemberian vaksin, karena bila anak terlampau lama menunggu waktu pemberian vaksinasi maka anak akan cenderung lebih iritabel. Sebagai orang tua, kita juga disarankan untuk menjaga mood anak kita, baik dengan cara mengajaknya bermain ataupun cara lain yang tentunya dapat disesuaikan dengan kondisi anak masing-masing.

Artikel terkait : PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI VAKSIN ROTAVIRUS

  1. Anak harus berada dalam posisi yang tepat saat menerima vaksin.
    Posisi apakah posisi yang tepat? BCCDC dan WHO merekomendasikan anak berada dalam posisi duduk atau semi-recumbent, yaitu posisi setengah duduk dengan anak direbahkan sekitar 30-450 saja.2 Posisi ini direkomendasikan untuk memastikan dosis vaksin yang akan dimasukkan lewat mulut anak dapat masuk dengan mudah melalui saluran pencernaannya, dan tidak akan ada asam lambung yang terpicu naik ke saluran pencernaan bagian atas dan menyebabkan refleks gumoh atau muntah pada anak bila sang anak berada dalam posisi berbaring.3 Meskipun dalam vaksin rotavirus sudah terkandung sedikit dosis obat untuk mencegah refluks asam lambung, posisi anak yang baik akan sangat membantu mencegah terjadinya hal tersebut.
  1. Tempatkan pipet vaksin tidak terlalu dalam.
    Untuk poin ini dibutuhkan kerjasama yang baik antara orangtua yang umumnya akan bertindak sebagai sang “pemegang” anak dan tenaga medis yang bertugas memberikan vaksin rotavirus secara oral kepada anak dengan bantuan pipet atau aplikator khusus vaksin ini. Vaksin rotavirus sudah didesain sedemikian rupa, untuk memudahkan dokter memberikan imunisasi pencegah penyakit diare ini. Terdapat dua bentuk aplikator vaksin, yaitu yang berbentuk seperti syringe atau suntik (tanpa jarum tentunya) dan yang berbentuk kemasan vial plastik yang cukup dibuka dan ditekan isinya ke mulut anak. Nah, yang perlu kita perhatikan adalah memastikan aplikator tidak masuk terlalu dalam ke mulut anak, karena hal ini dapat memicu refleks muntah anak.4
  1. Jangan memberi makanan berlebihan.
    Hal ini berlaku pula untuk semua keadaan. Overfeeding sebaiknya dihindari terutama sesaat sebelum melakukan imunisasi rotavirus. Jika anak terlalu kenyang, maka kemungkinan gumoh pasca imunisasi akan lebih mungkin terjadi. Beberapa penelitian terdahulu lebih menyarankan metode small frequent feeding bagi bayi-bayi yang sangat sering mengalami gastroesofageal reflux (GER) ini.5
  1. Posisikan anak “tegak” beberapa saat.
    Menurut FDA (The Food Drug Administration) perubahan posisi tubuh pada anak yang sering mengalami gumoh, dengan menegakkannya (upright) terutama setelah minum ASI atau susu formula akan membantu mencegahnya resiko tersedak saat gumoh, bahkan mencegah terjadinya hal ini. Solusi ini patut juga disadur untuk mengurangi resiko bahkan mencegah terjadinya gumoh pada anak pasca vaksin rotavirus.5

Tentunya kerjasama yang baik antara orangtua dan tenaga medis diperlukan untuk memastikan kesemua poin ini dapat dilakukan. Semoga trik ini bermanfaat bagi semua orangtua yang akan memberikan vaksinasi rotavirus pada buah hatinya!

Daftar Pustaka

  1. Get the fact about bottle feeding. Diakses dari https://www.webmd.com/parenting/baby/ss/slideshow-baby-bottles. Tanggal 28 Maret 2019.
  2. Rotavirus vaccine program in British Columbia. Diakses dari http://www.bccdc.ca pada tanggal 27 Maret 2019.
  3. Gastroesophageal reflux disease in infant and children. Diakses dari https://www.webmd.com/parenting/baby/infants-children pada tanggal 27 Maret 2019.
  4. Center for Disease Control and Prevention. Questions and answers about intussusception and rotavirus vaccine. Diakses dari https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/rotavirus/about-intussusception.html pada tanggal 27 Maret 2019.
  5. Rybak A, Pesce M, Thapar N, Borreli O. Gastro-esophageal reflux in children. DOI: https://dx.doi.org/10.3390%2Fijms18081671. Tanggal 28 Maret 2019.

Artikel terkait: DAFTAR HARGA VAKSIN / BIAYA IMUNISASI KLINIK VAKSINASI RAISHA

Artikel-artikel terkait :
ALERGI LATEKS DAN VAKSIN ROTAVIRUS, MENGAPA HARUS PEDULI?

BOLEHKAH PEMBERIAN VAKSIN ROTAVIRUS PADA BAYI PREMATUR?

5 TIPS JITU MENCEGAH GUMOH SETELAH VAKSINASI ROTAVIRUS

INI ALASAN VAKSIN ROTAVIRUS TIDAK DIREKOMENDASIKAN UNTUK DEWASA!

GUMOH PASCA VAKSIN ROTAVIRUS, MITOS ATAU FAKTA?

BEDA VAKSIN ROTAVIRUS ROTARIX DAN ROTATEQ

PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI VAKSIN ROTAVIRUS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>