Header-fix-2

  1. Home
  2. »
  3. VAKSIN ROTAVIRUS
  4. »
  5. Ini Alasan Vaksin...

Vaksin rotavirus tidak direkomendasikan untuk dewasa

Vaksin rotavirus tidak direkomendasikan untuk dewasa

Vaksinasi untuk rotavirus penyebab penyakit diare dan/atau gastroenteritis pada anak akhir-akhir ini mulai dikenal dan menjadi popular di kalangan awam, bahkan beberapa orang bertanya-tanya tentang ada tidaknya rekomendasi vaksin rotavirus untuk orang dewasa. Sayangnya vaksin rotavirus tidak direkomendasikan untuk dewasa, vaksin ini hanya diperuntukkan bagi anak-anak. Yuk, simak alasan mengapa vaksin rotavirus hanya direkomendasikan untuk bayi dan tidak untuk orang dewasa.

Artikel terkait : PERNYATAAN INFORMASI MENGENAI VAKSIN ROTAVIRUS

Yang pertama perlu kita tahu adalah karakteristik dari infeksi virus ini sendiri. Seperti apa karakteristik orang yang paling rawan terinfeksi virus ini, dan apakah ada beda gejalanya? Jawabannya berkaitan dengan rekomendasi usia pemberian vaksinnya. Ya, infeksi rotavirus lebih sering, lebih infeksius dan lebih berbahaya bila terjadi pada bayi dan anak dibawah usia 5 tahun dibandingkan pada anak yang lebih tua maupun dewasa. Pada balita, diakibatkan kemampuan imunitas tubuhnya yang belum sempurna di awal kehidupan, rotavirus yang menyebar lewat rute fecal-oral akan lebih mudah hinggap ke dalam tubuh, terutama bila mengingat balita yang memiliki tendensi untuk saling berbagi barang dan mainan. Satu data menyebutkan bahwa pada balita sebelum dimulai program vaksinasi, di Amerika Serikat dapat ditemukan sekitar 3 juta infeksi baru terjadi setiap tahunnya, dengan 205,000 kasus yang memerlukan tindakan pengobatan di UGD (Unit Gawat Darurat) dan 70,000 diantaranya perlu perawatan di rumah sakit.2 Bahkan, Mayo Clinic mengestimasi bahwa sebelum dikenalkan vaksinasi rotavirus di Amerika Serikat, hampir semua bayi minimal sudah pernah mengalami infeksi rotavirus sebelum usia 5 tahun!3 Yang lebih berbahaya lagi, pada balita infeksi rotavirus dapat menyebabkan dehidrasi atau kondisi kekurangan air yang berat, bahkan hingga dapat menyebabkan kematian. Diestimasikan sekitar 215,000 kasus kematian balita di dunia dapat diasosiasikan dengan diare dan dehidrasi berat akibat infeksi virus ini.3

Bila infeksi rotavirus memiliki dampak berbahaya seperti diatas pada balita, bagaimana dengan orang dewasa? Meskipun orang dewasa masih dapat terkena infeksi rotavirus, akan tetapi tingkat keparahannya tidak sebanding dengan jika terinfeksi saat balita. Imunitas tubuh orang dewasa sudah terbentuk dengan sempurna, maka sistem imun yang baik ini, terutama di bagian pencernaan yang diserang oleh virus rotavirus, memiliki kemampuan yang baik pula dalam melawan infeksi. Oleh karena itu, meskipun virus ini dapat menginfeksi orang dewasa, bila “penderita” berada dalam kondisi yang fit dengan imun tubuh yang terjaga, maka tidak ada gejala yang akan dialami sama sekali, atau dikenal juga dengan istilah asimptomatik. Kadang dapat juga kita temukan gejala khas rotavirus seperti diare, muntah dan mual, akan tetapi hal ini hanya bersifat ringan.4 Dapat disimpulkan dari gejalanya yang lebih ringan pada dewasa bahwa kebutuhan akan pemberian vaksin rotavirus pada dewasa tidak sesignifikan pemberian vaksin rotavirus pada balita.

Alasan kedua mengapa vaksin rotavirus tidak diberikan pada dewasa adalah karena adanya risiko intususepsi setelah pemberian vaksin rotavirus. Intususepsi adalah kondisi dimana adanya bagian usus yang terlipat dan menyebabkan gangguan pergerakan usus dan/atau obstruksi usus. Suatu kondisi yang dapat menjadi berbahaya. Pada balita, risiko terjadinya intususepsi ini jauh lebih rendah dibandingan risiko terjadinya infeksi rotavirus yang berat. Sehingga pemberian vaksin ini penting, demi “menyelematkan” anak dari dehidrasi berat yang kerap kali terjadi pada infeksi rotavirus. Pada dewasa, resiko penyakit gastroenteritis rotavirus menjadi berat sangat kecil. Umumnya gejalanya ringan, dan bahkan tidak bergejala pada beberapa kasus, namun tetap beresiko untuk terjadi intususepsi jika vaksin diberikan. Beranjak dari segala perhitungan besar kecilnya efek samping ini maka, WHO hanya merekomendasikan vaksinasi rotavirus hanya untuk balita, dimana dosis pertama harus segera diberikan sebelum usia 15 minggu dan semua dosis diselesaikan sebelum usia 32 minggu.5

Jadi, jelas sudah bahwa vaksin rotavirus tidak direkomendasikan pada orang dewasa karena memang orang dewasa sudah memiliki kekebalan tubuh yang cukup akan rotavirus sehingga gejalanya tidak akan separah pada balita, terutama bila menimbang risiko intususepsi bila diberikan vaksinasi rotavirus. Oleh karena itu, mari pastikan anak kita mendapatkan vaksinasi rotavirus sebelum terlambat!

 

Daftar Pustaka

  1. European Pharmaceutical Review. Rotavirus vaccine cuts infant diarrhoea deaths in Malawi. Diakses dari https://www.europeanpharmaceuticalreview.com/news/78180/rotavirus-vaccine-cuts-infant-diarrhoea-deaths-in-malawi/. Tanggal 18 Maret 2019.
  2. Immunization Action Coalition. Diakses dari http://www.immunize.org/askexperts/experts_rota.asp. Tanggal 17 Maret 2019.
  3. Mayo Clinic. Rotavirus. Diakses dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/rotavirus/symptoms-causes/syc-20351300. Tanggal 17 Maret 2019.
  4. Anderson EJ, Weber SG. Rotavirus infection in adults. DOI: https://doi.org/10.1016/S1473-3099(04)00928-4. Tanggal 17 Maret 2019.
  5. Age Restriction for Rotavirus vaccination: evidence-based analysis of rotavirus mortaiy reduction versus risk of fatal intussusception by mortality stratum. Diakses dari https://www.who.int/immunization/sage/meetings/2012/april/rvagerestriction_WHO_Mar28.pdf. Tanggal 17 Maret 2019.

Artikel terkait: DAFTAR HARGA VAKSIN / BIAYA IMUNISASI KLINIK VAKSINASI RAISHA