1. Home
  2. /
  3. Uncategorized
  4. /
  5. Ringkasan Rekomendasi yang Rasional...
Vaksin HPV kanker serviks

Vaksin HPV kanker serviks

   Ketersediaan vaksin HPV (atau sering disebut juga vaksin kanker serviks ) memberikan kesempatan untuk menurunkan beban terhadap prekursor kanker servik. Kanker servik, prekursor kanker dan kanker anogenital lainnya, dan kutil kelamin. Walaupun data efikasi terhadap penyakit orofaringeal belum tersedia dalam studi klinis, vaksinasi HPV juga memungkinkan efektif untuk mencegah kanker orofaringeal yang diakibatkan HPV. Dua vaksin yang telah dilisensi untuk digunakan pada wanita yaitu HPV 4 (untuk mencegah infeksi HPV 6, 11, 16, dan 18) dan HPV 2 (ditujukan untuk mencegah HPV 16 dan 18). Salah satu vaksin tersebut yaitu HPV 4 di lisensi untuk digunakan pada laki-laki. HPV 16 dan 18 adalah penyebab sekitar 70% kanker cervical dan kebanyakan kanker lainnya yang disebabkan oleh HPV; HPV 6 dan 11 adalah penyebab sekitar 90% kutil kelamin.
   Vaksin HPV plg efektif diberikan sebelum terpapar oleh HPV. Rekomendasi untuk vaksinasi rutin pada usia 11 atau 12 berdasar pada beberapa pertimbangan termasuk studi-studi yang mengindikasikan bahwa vaksin HPV aman dan imunogenik pada kelompok usia ini, titer antibodi yang lebih tinggi tercapai setelah vaksinasi pada usia 11 atau 12 dibanding usia yang lebih tua, data epidemiologi HPV, dan usia pertama berhubungan seks di Amerika Serikat. Rekomendasi juga mempertimbangkan evaluasi efektivitas harga dan rekomendasi oleh beberapa organisasi profesional, ketika vaksin lainnya juga direkomendasikan. Data menunjukkan bahwa proteksi setelah vaksinasi berlangsung panjang, studi jangka panjang sedang dilaksanakan untuk menentukan durasi proteksi.
   Walaupun vaksinasi rutin direkomendasikan pada usia 11 atau 12, anak yang lebih tua dari usia rekomendasi masih mendapat efektivitas dari vaksin. Kelompok usia terebut masih mendapatkan efektivitas penuh jika belum aktif secara seksual. Meskipun pada kelompok usia tersebut sudah aktif secara seksual tapi hanya sedikit yang mendapat infeksi keempat serotipe HPV tersebut (HPV 6,11,16,dan 18) secara bersamaan. Vaksin tersebut masih dapat melindungi dari serotipe yang belum menginfeksi. Vaksin tersebut tidak hanya melindungi infeksi persisten, lesi prekanker, atau kutil kelamin yang disebabkan salah satu serotipe HPV yang menginfeksi seseorang bersamaan dengan saat vaksinasi. Meskipun efektivitas vaksin tersebut lebih rendah ketika diberikan kepada individu yang aktif secara seksual, dan akan menurun dengan bertambahnya usia dan kemungkinan telah terpapar sebelumnya, kebanyakan dari kelompok usia yang direkomendasikan ini tetap akan mendapatkan sebagian keuntungan dari vaksinasi.
   Vaksin HPV tidak di lisensikan di Amerika Serikat untuk digunakan pada usia >26 tahun. Di kalangan wanita, tingkat dampak terhadap populasi yang diharapkan dari vaksinasi HPV pada kelompok usia ini lebih rendah daripada wanita usia yang lebih muda karena tingginya kecenderungan bahwa wanita usia ini telah mendapatkan infeksi HPV seperti yang terdapat dalam vaksinasi, dikarenakan lebih sedikit yang mengalami infeksi yang sebaiknya dicegah dan resiko untuk berkembangnya penyakit dari kejadian infeksi tersebut lebih kecil.

Artikel terkait: Tanya Jawab Seputar Vaksinasi HPV (Kanker Serviks)

Rekomendasi Penggunaan Vaksin HPV
Rekomendasi Rutin
   ACIP merekomendasikan vaksinasi rutin pada usia 11 atau 12 tahun dengan HPV4 atau HPV2 untuk wanita dan HPV4 untuk laki-laki (laki-laki kategori rekomendasi GRADE: A, tipe evidence: 2) Vaksinasi dapat dimulai di usia 9 tahun.
HPV4 dan HPV2 masing-masing dijadwalkan untuk diberikan 3 dosis. Dosis kedua sebaiknya diberikan 1-2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis yang ketiga 6 bulan setelah dosis pertama.

Rekomendasi Untuk Mereka Yang Tidak Divaksin Pada Usia Rutin
   Vaksinasi juga direkomendasikanuntuk wanita usia 13 sampai dengan 26 tahun dan laki-laki usia 13 hingga 21 tahun yang belum pernah menerima vaksin HPV sebelumnya atau belum melengkapi ketiga dosis vaksin.
   Jika wanita atau laki-laki mencapai usia 27 tahun sebelum menyelesaikan vaksinasinya, vaksin dosis kedua dan atau ketiga dapat diberikan setelah usia 26 tahun untuk melengkapi jadwal vaksinasi. Pemeriksaan prevaksinasi (misal pemeriksaan Pap smear atau skrining DNA untuk resiko tinggi, tes DNA spesifik, atau tes antibodi HPV) untuk memastikan kelayakan vaksinasi HPV tidak direkomendasikan.

infografik vaksin hpv

Pemberian
   Vaksin HPV (baik HPV4 atau HPV2) sebaiknya dikocok dengan benar sebelum digunakan. Dosis untuk keduanya adalah 0,5 ml, diberikan secara intramuskular (IM), diutamakan di otot deltoid.

Interval Dosis Minimal dan Jadwal yang Terputus
   Interval minimum antara dosis pertama dan dosis kedua vaksin HPV adalah 4 minggu. Interval minimal yang direkomendasikan antara dosis kedua dan ketiga vaksin adalah 12 minggu. Interval minimum antara dosis pertama dan ketiga adalah 24 minggu. Dosis yang tidak mencukupi atau pemberian vaksin lebih pendek dari interval dosis yang direkomendasikan sebaiknya diulang. Jika jadwal pemberian vaksin terputus baik untuk HPV4 maupun HPV2 , jadwal pemberian vaksin tidak perlu diulang. Jika jadwal pemberian vaksin terputus setelah dosis pertama, dosis kedua sebaiknya diberikan, dan dosis kedua dan ketiga sebaiknya diberi interval 12 minggu.

Pemberian Bersamaan dengan Vaksin Lainnya
   Vaksin HPV baik HPV4 maupun HPV2 dapat diberikan bersamaan pada waktu kunjungan dengan vaksin lain yang sesuai jadwal pada umurnya, seperti Tetanus, Diphteria, dan Pertusis aselular dan vaksin meningokokal konjugat kuadrivalen. Pemberian seluruh vaksin yang diindikasikan pada satu waktu kunjungan meningkatkan kemungkinan bahwa anak akan menerima masing-masing vaksin sesuai jadwal. Masing-masing vaksin harus diberikan dengan spuit yang berbeda pada lokasi anatomis yang berbeda.

Saling Tukar Produk Vaksin HPV
   ACIP merekomendasikan vaksinasi HPV baik untuk wanita maupun laki-laki dilengkapi dengan produk vaksin yang sama ketika memungkinkan. Namun jika penyedia vaksin tidak mengetahui atau tidak mempunyai produk vaksin seperti yang diberikan sebelumnya, kedua produk vaksin tersebut dapat digunakan untuk melengkapi jadwal untuk menyediakan proteksi terhadap HPV 16 dan HPV 18. Hanya HPV4 yang di lisensikan untuk digunakan pada laki-laki.
   Tidak terdapat studi yang membahas penggunaan yang saling tukar tersebut. Namun, tidak terdapat alasan teoritis yang menyatakan bahwa efek samping akan meningkat jika pengunaan vaksin lebih dari satu produk. Efektivitas jika menggunakan dua produk mungkin akan menurun dibandingkan jika melengkapi jadwal hanya menggunakan satu produk untuk melindungi terhadap HPV 16/18 yang terkait dengan kanker dan prekanker. Jadwal vaksinasi 

Populasi Khusus

Pemeriksaan Pap Smear yang Abnormal, Kutil kelamin, atau Lesi yagn terkait HPV

   Vaksin HPV dapat menyediakan perlindungan terhadap infeksi HPV yang serotipe nya belum menginfeksi. Itulah sebabnya vaksinasi direkomendasikan sampai umur yang direkomendasikan pada wanita meskipun hasil tes Pap smear abnormal, dan untuk wanita dan laki-laki yang sudah diketahui infeksi HPV, lesi prekanker yang terkait HPV, atau kutil kelamin. Wanita yang mempunyai abnormalitas pada saat skrining kanker servik cenderung sudah terinfeksi satu atau lebih serotipe HPV. Dengan meningkatnya keparahan hasil dari Pap smear kecenderungan untuk telah terinfeksi HPV 16 dan 18 semakin meningkat, dan efektivitas vaksin yang diharapkan semakin menurun. Wanita yang sudah melakukan pemeriksaan HPV sebagai bagian dari skrining kanker serviks pasti sudah mengetahui status HPV nya. Wanita atau laki-laki dengan AIN (Anal Intraepithelial Neoplasia) cenderung sudah terinfeksi HPV. Kutil anogenital atau riwayat terkena kutil anogenital mengindikasikan adanya infeksi saat ini atau infeksi di masa lampau oleh HPV, biasanya serotipe 6 atau 11. Meskipun vaksinasi tetap direkomendasikan tetapi pasien tetap harus dijelaskan bahwa vaksinasi tidak memiliki efek terapetik terhadap infeksi HPV, lesi prekanker terkait HPV, kanker, atau kutil anogenital yang sedang berlangsung.

Artikel terkait: Vaksin Kanker Serviks Saat Program Hamil, Bahaya?

Individu Imunokompromais

   Individu yang imunokompromais karena transplantasi, pengobatan, atau HIV mempunyai beban lebih berat terhadap penyakit dan kanker HPV. Walaupun studi-studi telah menemukan vaksinasi akan ditoleransi dengan baik dan imunogenik pada individu yang terinfeksi HIV, beberapa studi menemukan bahwa GMT (Geometric Mean Titers) lebih rendah diantara penderita HIV dibanding mereka yang tidak terinfeksi HIV. Apakah benar terdapat perbedaan dalam efikasi HPV antara individu imunokompromais dan imunokompeten atau tidak belum begitu jelas. ACIP merekomendasikan vaksinasi rutin pada usia 11 atau 12 tahun dengan HPV2 atau HPV4 untuk wanita dan HPV4 untuk laki-laki. Vaksinasi direkomendasikan hingga usia 26 tahun untuk individu imunokompromais yang belum pernah menerima vaksin HPV sebelumnya atau belum menyediakan 3 dosis vaksinasi.

Laki-laki yang Berhubungan Seks dengan Laki-laki

   MSM beresiko tinggi untuk terkena infeksi HPV dan kondisi lain yang diasosiasikan dengannya, termasuk kutil anogenital dan kanker anal. Untuk MSM, ACIP merekomendasikan vaksinasi rutin dengan HPV4, seperti semua laki-laki, dan vaksinasi hingga usia 26 tahun untuk mereka yang belum pernah mendapatkan vaksinasi sebelumnya atau belum menyelesaikan 3 dosis.

Ibu Menyusui

   Ibu menyusui dapat menerima vaksin HPV.

Riwayat Kekerasan Seksual

   Petugas kesehatan yang merawat anak dan remaja yang diduga menjadi korban kekerasan seksual harus peduli dengan kebutuhan vaksinasi HPV. Kekerasan seksual meningkatkan resiko infeksi HPV yang disebabkan kekerasan itu sendiri, potensi utnuk menjadi korban ke depannya, dan perilaku beresiko ke depannya. Anak-anak yang menjadi korban kekerasan seksual diketahui cenderung untuk ikut serta melakukan hubungan yang tidak aman dan cenderung melakukannya pada usia yang lebih muda dibanding anak-anak yang tidak mengalami kekerasan seksual. Walaupun vaksinasi HPV tidak akan membersihkan virus atau melindungi terhadap perkembangan penyakit yang diakibatkan infeksi serotipe yang menjangkiti, vaksin akan melindungi terhadap serotipe yang ada dalam vaksin tetapi yang belum menjangkiti. ACIP merekomendasikan vaksinasi HPV dimulai pada usia 9 tahun untuk anak-anak dengan riwayat kekerasan seksual yang belum menerima 3 dosis vaksin HPV. Wanita dan laki-laki yang menjadi korban kekerasan seksual sebaiknya menerima vaksin HPV hingga umur yang direkomendasikan jika mereka belum divaksinasi.

Perhatian Khusus dan Kontraindikasi

Hipersensitif atau Alergi Terhadap Komponen Vaksin

   Vaksin HPV dikontraindikasikan terhadap individu dengan riwayat hipersensitif terhadap komponen vaksin. HPV4 diproduksi dalam Saccharomyces cerevisiae (jamur roti) dandikontraindikasikan terhadap individu dengan riwayat hipersensitif cepat terhadap yeast/jamur. Ujung tutup dari prefilled syringe dari HPV2 mengandung latex. HPV2 sebaiknya jangan diberikan pada individu dengan alergi terhadap latex.

Penyakit Akut

   Vaksin HPV dapat diberikan kepada individu yang mengalami sakit akut ringan (seperti diare atau infeksi saluran pernapasan atas ringan dengan atau tanpa demam). Vaksinasi pada individu dengan penyakit akut moderat hingga berat sebaiknya ditunda sampai pasien benar-benar mengalami perbaikan.

Pencegahan Pingsan Setalah Vaksinasi

   Pingsan (reaksi vasovagal atau vasodepresor) dapat terjadi setelah vaksinasi, kebanyakan diantaranya adalah remaja muda dan anak usia yang lebih lanjut. Salah satu laporan yang sering diterima VAERS untuk HPV4 sejak dilisensi adalah pingsan. Walaupun episode pingsan tidak sering, penyedia vaksin harus mempertimbangkan untuk mengobservasi pasien (dengan pasien duduk atau berbaring untuk meminimalisir kecelakaan akibat terjatuh) selama 15 menit setelah mereka menerima vaksin, termasuk vaksin HPV.

Vaksinasi Selama Kehamilan

   Vaksin HPV tidak direkomendasikan untuk diberikan kepada wanita hamil. Vaksin belum pernah dikaitkan dengan penyebab kejadian yang tidak diinginkan pada kehamilan atau efek samping pada janin. Namun, jika wanita diketahui hamil setelah mendapatkan vaksin, maka dosis selanjutnya ditunda dahulu sampai kehamilan selesai. Tes kehamilan tidak diperlukan sebelum vaksinasi. Jika vaksinasi sudah terlanjur diberikan kepada wanita hamil maka tidak ada intervensi yang perlu dilakukan. Pasien dan petugas kesehatan bisa melaporkan ke VAERS atau produsen vaksin sebagai bahan registri guna penelitian lebih lanjut.

Referensi:

-Anonim. 2014. Human Papilomvirus Vaccination. Recommendations of the Advisory Comittee on Immunization Practices. MMWR (Morbidity and Mortality Weakly Report) :CDC (Centers for Diseases Control and Prevention)