[breadcrumb]
Vaksin dan Serum Anti Rabies

Vaksin dan Serum Anti Rabies

   Masih sering sekali kami menjumpai kasus gigitan anjing liar atau anjing gila di Yogyakarta. Yang sering belum diketahui bahkan oleh praktisi medis adalah mengenai perlu tidaknya vaksin rabies dan serum rabies setelah gigitan anjing gila tersebut. Dikarenakan jarangnya kasus rabies di Jogja maka sering kali sosialisasi tentang penanganan kasus gigitan anjing dan hewan liar lainnya masih sangat kurang. Akhirnya pasien cuma mendapat perawatan luka dan maksimal vaksin anti rabies. Bagaimana dengan serum anti rabiesnya? Bahkan ketersediaan di Jogja sendiri justru malah hampir tidak ada bahkan di rumah sakit terbesar di Jogja sekalipun. Sebegitu pentingnya kah serum anti rabies hingga kami harus membahasnya?

   Seperti terlihat pada gambar di atas bahwa kerja vaksin rabies membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Jika kita hanya memberikan vaksin saja bisa dibilang kita terlambat untuk mencegah penyebaran virus rabies dalam tubuh karena vaksin tersebut baru menginduksi imunitas kita setelah 7 hari, dan baru mencapai kadar maksimal setelah 14 hari, padahal virus sudah mulai menyebar ke tubuh sejak awal. Lalu bagaimana kita melindungi diri kita dari penyebaran virus rabies sebelum 7 hari tersebut? Jawabannya adalah serum anti rabies atau sering juga disebut dengan anti rabies imunoglobulin. Serum anti rabies berisi antibodi terhadap virus rabies sehingga bisa langsung bekerja setelah disuntikkan, sedangkan vaksin anti rabies berisi antigen rabies yang merangsang tubuh untuk menghasilkan antibodi tersebut. Jadi tentu saja serum anti rabies bekerja lebih cepat.

   Serum anti rabies sebaiknya diberikan H-0 (hari saat terkena gigitan) hewan liar tersebut selain membersihkan luka dengan air steril atau air bersih yang mengalir dan sabun jika ada (sesegera mungkin sebelum pasien ke tempat pelayanan kesehatan). Tetapi jika tidak memungkinkan untuk diberikan pada hari saat terkena gigitan maka masih diperkenankan untuk diberikan hingga hari ke 7 setelah gigitan. Serum anti rabies diberikan secara intramuskular dan jika luka belum ditutup bisa diberikan di sekitar luka, tetapi sebelumnya harus dilakukan skin test terutama jika menggunakan serum kuda. Selain itu vaksin anti rabies tetap diperlukan karena seperti terlihat pada gambar bahwa kerja serum anti rabies hanya sekitar 20 hari pertama, padahal virus mungkin masih akan menyebar sampai kurang lebih 30 hari setelah masuk ke tubuh. Vaksin anti rabies pada orang yang sudah terpapar gigitan hewan tersangka rabies pemberiannya dilakukan sebanyak 4 kali yaitu H-0, H-3, H-7, dan H-14. Sebenarnya jadwal pemberiannya sendiri ada beberapa variasi. Jadwal yang telah disebutkan sebelumnya adalah jadwal yang dikeluarkan oleh CDC (Centers for Disease Control and Prevention) yang berlokasi di Amerika Serikat. Sedangkan di Indonesia ada jadwal yang dikeluarkan oleh IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) yaitu 2 dosis saat H-0, 1 dosis saat H-7, dan 1 dosis saat H-14. Dari produsen vaksin Verorab (merek vaksin satu-satunya di Indonesia saat tulisan ini diterbitkan yang diproduksi oleh Sanofi Pasteur) menyarankan 5 dosis pemberian dengan jadwal H-0, H-3, H-7, H-14, dan H-28. Di Klinik Vaksinasi Raisha sendiri menggunakan jadwal yang dikeluarkan oleh CDC disertai dengan pemberian serum anti rabies. Saat tulisan ini dibuat, Klinik Vaksinasi Raisha adalah satu-satunya tempat pelayanan kesehatan di Jogja yang menyediakan serum anti rabies. Sebagian besar serum anti rabies di Indonesia didistribusikan ke Jakarta, Bali, dan Indonesia Timur dimana kasus rabies masih sangat sering di sana. Klinik Vaksinasi Raisha menyediakan serum anti rabies dengan merek dagang Favirab (equine serum anti rabies buatan Sanofi Pasteur).

   Nah bagaimana jika pasien sudah pernah mendapatkan satu serial vaksin anti rabies lengkap? Satu serial yang dimaksud di sini adalah pasien pernah digigit hewan liar dan mendapat penanganan seperti penjelasan paragraf sebelumnya, ataupun pasien sudah vaksin anti rabies sebagai profilaksis/pencegahan terhadap rabies meskipun pasien tidak mendapatkan gigitan dengan jadwal H-0, H-7, H-21/28. Untuk kasus seperti ini jadwal pemberian vaksin anti rabies adalah H-0 dan H-3 saja dan tidak dianjurkan untuk pemberian serum anti rabies. Kenapa demikian? Sel-sel penghasil antibodi pada manusia memiliki imun memori, sehingga jika seseorang pernah terpapar sebelumnya terhadap suatu antigen dalam jumlah cukup maka ketika berhadapan lagi dengan antigen yang sama maka antibodi yang terbentuk akan lebih cepat. Saat seseorang sudah pernah divaksin lengkap, ketika suatu saat divaksin kembali maka antibodi spesifik akan langsung naik saat itu juga sehingga tidak perlu menunggu hingga hari ke-7 setelah divaksin. Jika seperti itu maka serum anti rabies tidak diperlukan, dan justru malah akan menghambat respon imun kita yang seharusnya bisa sangat cepat tadi.

 

Artikel terkait : HARGA PAKET VAKSINASI / IMUNISASI KLINIK VAKSINASI RAISHA

2 Responses to Vaksin Rabies dan Serum Rabies Setelah Gigitan Anjing Gila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>