[breadcrumb]
penyebaran, rabies, pencegahan, vaksinasi

Pola Penyebaran Rabies di Indonesia

 

     Rabies merupakan suatu penyakit yang menyerang sistem saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Sebagian besar penyakit ini ditularkan akibat gigitan hewan yang terjangkit rabies, kebanyakan hewan yang dapat terjangkit rabies dan menularkannya pada manusia adalah anjing, kucing, kelelawar, kera dan binatang liar lain. Virus yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan akan bereplikasi dalam otot kemudian memasuki saraf tepi dan menyebar sampai ke susunan saraf pusat.

Artikel terkait: Vaksin Rabies dan Serum Rabies Setelah Gigitan Anjing Gila

     Kedekatan antara anjing liar dengan manusia yang belum diketahui apakah anjing tersebut terjangkit rabies atau tidak, serta tingkat pengetahuan mengenai rabies di masyarakat kita yang rendah menyebabkan ancaman rabies yang ditularkan oleh anjing lebih tinggi dibandingkan dengan hewan liar lainnya.

     Di Indonesia kejadian rabies yang paling banyak pada hewan adalah pada anjing, kucing dan monyet. Penularan rabies oleh anjing adalah kasus yang paling sering dilaporkan setiap tahun dari berbagai daerah tertular di Indonesia terutama Sumatera Barat, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Timur. Penularan rabies di Indonesia umumnya diawali dari anjing yang tidak dipelihara atau tanpa pemilik yang berkembang hingga mencapai populasi yang sulit dikendalikan (Departemen Pertanian, 2007). Keadaan ini yang menyebabkan daerah-daerah di Indonesia menjadi endemik terhadap rabies.

Gejala Klinis pada Manusia

     Setelah terkena gigitan hewan yang terjangkit virus rabies, masa inkubasi pada manusia dari penyakit rabies sangatlah bervariasi, dimulai dari 7 hari hingga beberapa tahun. Hal ini tergantung kepada :

  • Dosis inokulum
  • Keparahan luka hasil gigitan
  • Jarak luka dengan SSP, seperti luka yang terjadi di wajah mempunyai masa inkubasi yang lebih pendek jika dibandingkan dengan luka di kaki.

Berikut adalah tanda-tanda penyakit rabies pada manusia:

  • Sakit kepala, tidak bisa tidur, demam tinggi, mual/muntah, hilang nafsu makan
  • Merasa panas atau nyeri atau gatal pada tempat gigitan
  • Sangat takut pada air dan peka terhadap cahaya, suara serta hembusan udara
  • Air mata dan air liur keluar berlebihan
  • Pupil mata membesar
  • Bicara tidak karuan, gelisah, selalu ingin bergerak dan tampak kesakitan
  • Kejang-kejang, lumpuh dan akhirnya meninggal dunia (Departemen Pertanian, 2007)

Agar terhindar dari penularan virus rabies ada beberapa cara yang dapat dilakukan, diantaranya :

  • Memusnahkan anjing, kucing, kera atau hewan sebangsanya yang masuk tanpa izin ke daerah bebas rabies.
  • Melaksanakan vaksinasi terhadap setiap anjing, kucing dan kera, 70% populasi yang ada dalam jarak minimum 10 km disekitar lokasi kasus.
  • Pemberian tanda bukti atau pening terhadap setiap kera, anjing, kucing yang telah divaksinasi.
  • Mengurangi jumlah populasi anjing liar atan anjing tak betuan dengan jalan pembunuhan dan pencegahan perkembangbiakan.
  • Membakar dan menanam bangkai hewan yang mati karena rabies sekurang-kurangnya 1 meter.

 

     Selain upaya yang dilakukan diatas cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian vaksin rabies pada manusia. Vaksinasi rabies adalah salah satu tindakan pencegahan rabies. Vaksin rabies diberikan kepada orang-orang yang beresiko tinggi terkena rabies, untuk melindungi mereka jika terpapar. Orang-orang yang beresiko tinggi tepapar rabies seperti dokter hewan, perawat hewan, pekerja laborat rabies, dan pekerja biologis produksi rabies sebaiknya mendaptkan vaksinasi rabies. Vaksin ini juga mencegah penyakit jika seseorang telah terpapar. Vaksin rabies dibuat dari virus rabies yang dimatikan. Virus ini tidak dapat menyebabkan rabies.

Artikel terkait: Daftar Harga Vaksin

      Jadwal imunisasi sebelum terpapar oleh virus rabies adalah 3 dosis, dosis pertama diberikan saat seseorang menginginkan vaksinasi rabies atau sesuai kebutuhan, dosis kedua diberikan 7 hari setelah dosis bertama, dan dosis ketiga diberikan 21-27 hari setelah dosis pertama. Sedangkan jadwal imunisasi bagi seseorang yang telah terpapar dan sebelumnya belum pernah mendapatkan imunisasi adalah 4 dosis. Satu dosis saat itu juga, dan dosis tambahan pada hari ke 3, ke 7, dan ke 14. Mereka juga sebaiknya mendapatkan suntikan imunoglobulin rabies bersamaan dengan dosis pertama vaksinasi. Seseorang yang sebelumnya sudah mendapatkan vaksinasi dan kemudian baru terpapar virus rabies sebaiknya mendapat 2 dosis. Dosis pertama diberkan saat itu juga dan dosis kedua diberikan pada hari ke 3. Dan immunoglobulin tidak perlu diberikan.

     Vaksinasi adalah tindakan yang dianggap paling efektif dalam pemberantasan rabies serta menurunkan tingkat kasus gigitan oleh hewan pembawa rabies kepada manusia. Tindakan vaksinasi dan pemberian serum anti rabies telah meningkatkan keberhasilan pengobatan bagi korban terutama manusia yang terkena gigitan dan berisiko.

Artikel terkait : HARGA PAKET VAKSINASI / IMUNISASI HPV (ANTI KANKER SERVIKS)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>