[breadcrumb]

    

     Rabies dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui gigitan. Penanganan rabies yang  tepat  dapat membantu  korban terhindar dari penyakit ini. Jika kasus gigitan hewan pembawa rabies ditangani sesuai prosedur maka kejadian rabies dapat dicegah. Gigitan hewan yang terkena rabies dapat menyebabkan kematian bagi korban. Penanganan lebih dari 12 jam akan memperbesar peluang virus rabies menunjukkan gejalanya. Bila hal ini sampai terjadi, bisa dipastikan korban akan meninggal.

     Setiap ada kasus gigitan hewan pembawa rabies harus ditangani dengan cepat dan sesegera mungkin. Untuk mengurangi/mematikan virus rabies yang masuk pada luka gigitan, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah  membersihkan luka dengan air steril atau air bersih yang mengalir dan sabun jika ada (sesegera mungkin sebelum pasien ke tempat pelayanan kesehatan), kemudia diberi antiseptik (alkohol 70 %, betadin) dan luka dibalut longgar.

     Setelah terkena gigitan hewan pembawa rabies tidak dianjurkan untuk menjahit luka tersebut, kecuali pada luka yang sangat parah. Jika keadaan terpaksa dilakukan penjahitan, maka harus diberikan serum anti rabies (SAR) sesuai dosis, Disamping itu harus dipertimbangkan perlu tidaknya pemberian serum/ vaksin anti tetanus, anti biotik untuk mencegah infeksi dan pemberian analgetik. Saat digigit pastikan untuk segera diberi vaksin. Bila sangat parah bisa diberikan serum antirabies. Pemberian vaksin akan memberikan perlindungan terhadap dampak gigitan rabies dari kematian. Pemberian vaksin anti rabies dan serum anti rabies diberikan dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan seperti anamnesa tentang terkena gigitan atau jilatan, kejaian terjadi di daerah tertular/bebas rabies, hewan yang menggigit menunukkan gejala rabies atau tidak, dan apakah korban yang digigit sudah pernah mendapatkan vaksin rabies atau belum.

Artikel terkait: Vaksin Rabies dan Serum Rabies Setelah Gigitan Anjing Gila

     Terhadap luka resiko tinggi, selain vaksin juga diberi serum anti rabies. Yang termasuk luka berbahaya adalah jilatan/luka pada mukosa, luka diatas daerah bahu (muka, kepala, leher), luka pada jari tangan/kaki, genetalia, luka yang lebar/dalam dan luka yang banyak (multipel). jika terkena air liur atau saliva hewan tersangka/hewan rabies atau penderita rabies tetapi tidak ada luka, maka tidak perlu diberikan pengobatan vaksin maupun serum anti rabies. Sedangkan apabila kontak dengan air luir pada kulit luka yang tidak berbahaya, maka diberikan vaksin atau diberikan kombinasi vaksin dan serum.

     Kapankan sebaiknya vaksin rabies diberikan? Jadwal imunisasi sebelum terpapar oleh virus rabies adalah 3 dosis, dosis pertama diberikan saat seseorang menginginkan vaksinasi rabies atau sesuai kebutuhan, dosis kedua diberikan 7 hari setelah dosis bertama, dan dosis ketiga diberikan 21-27 hari setelah dosis pertama. Bagaimana jika saya terkena gigitan hewan pembawa rabies, sedangkan saya sama sekali belum pernah mendapatkan vaksin anti rabies? Dosis bagi seseorang yang telah terpapar dan sebelumnya belum pernah mendapatkan imunisasi adalah 4 dosis. Satu dosis saat itu juga, dan dosis tambahan pada hari ke 3, ke 7, dan ke 14. Mereka juga sebaiknya mendapatkan suntikanserum anti rabies bersamaan dengan dosis pertama vaksinasi. Sedangkan bagi seseorang yang sebelumnya sudah mendapatkan vaksinasi dan kemudian baru terpapar virus rabies sebaiknya mendapat 2 dosis. Dosis pertama diberkan saat itu juga kemudian dosis kedua diberikan pada hari ke 3. Dan serum anti rabies tidak perlu diberikan.

Artikel terkait : HARGA PAKET VAKSINASI / IMUNISASI KLINIK VAKSINASI RAISHA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>